alexametrics

Jokowi Resmikan 1 Harga BBM dan 6 Infrastruktur Listrik di Papua

loading...
Jokowi Resmikan 1 Harga BBM dan 6 Infrastruktur Listrik di Papua
Presiden Jokowi meresmikan program Papua 1 Harga BBM dan enam infrastruktur listrik di Papua. Foto/Istimewa
A+ A-
JAYAPURA - Sudah menjadi rahasia umum bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia berbeda-beda, antara Pulau Jawa dengan Papua, gap harga begitu menganga. Saat ini, harga jual premium di Pulau Jawa berkisar Rp6.450 per liter dan solar Rp5.150 per liter. Sedangkan di Papua mulai dari Rp50.000 per liter hingga mencapai Rp100.000 liter.

Mencermati ini, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Kabupaten Yakuhimo, Papua, untuk meresmikan Program Papua 1 Harga BBM. Program Papua 1 Harga BBM ini sejatinya telah berjalan per 1 September lalu, di seluruh wilayah pegunungan Papua, diantaranya Kabupaten Puncak Jaya, Puncak Mamberamo Tengah, Mamberamo Raya, Nduga, dan Tolikara.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengatakan harga BBM di Papua, khususnya wilayah pegunungan Papua sangat mahal bisa mencapai Rp100.000 per liter. “Oleh karena itu, dengan adanya program Papua 1 Harga BBM ini, masyarakat dapat membeli BBM premium dengan harga Rp6.450 per liter dan solar Rp5.150 per liter, harga yang sama dengan harga BBM di seluruh Indonesia,” ujarnya pada Selasa (18/10/2016).



Aris, seorang tukang ojek di Kabupaten Tolikara, mengaku dengan adanya program Papua 1 Harga BBM ini, dirinya sangat terbantu karena bisa membeli BBM dengan harga normal. Sebelumnya, mereka membeli BBM dengan harga Rp25.000 hingga Rp50.000 per liter.

Pakinus Kogoya, warga Tolikara lainnya juga mengaku senang. “Kami warga Tolikara sangat terbantu dengan adanya program Papua 1 Harga BBM ini. Karena masyarakat bisa membeli BBM sama dengan harga di Pulau Jawa dan lainnya. Ini merupakan program yang sangat dinantikan masyarakat Tolikara,” ungkapnya kepada MNC Media.

Selain meresmikan program Papua 1 Harga BBM, Jokowi sebelumnya meresmikan enam infrastruktur kelistrikan bagi Provinsi Papua dan Papua Barat di Kampung Harapan, Kabupaten Sentani.

Ke-enam infrastruktur tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air Orya Genyem 2x10 megawatt, Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro Prafi 2x1,25 megawatt, Saluran Udara Tegangan Tinggi 70 Kilovolt Genyem-Waena-Jayapura sepanjang 43,4 kilometer, dan gardu induk Jayapura 20 megavolt ampere.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak