Menteri Basuki Genjot Pusat Ekonomi Baru di Daerah Perbatasan
Selasa, 28 Juli 2020 - 08:51 WIB
loading...
Salah satu ruas jalan di perbatasan kalimantan. Foto/Dok PUPR
A
A
A
JAKARTA - Agar daerah luar Jawa, terutama daerah perbatasan , bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonominya sehingga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap melanjutkan pembangunan jalan perbatasan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang 966,59 km. Pembangunan infrastruktur jalan itu akan meningkatkan konektivitas antar-wilayah atau membuka akses daerah terisolasi.
“Jaringan jalan perbatasan ini merupakan infrastruktur yang bernilai strategis bagi NKRI dengan fungsi sebagai pertahanan dan keamanan negara dan mendukung pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulisnya yang diterima Selasa (28/7/2020).
Secara keseluruhan, jalan perbatasan di Kaltara terdiri dari jalan paralel perbatasan sepanjang 614,55 Km dan akses perbatasan 352,04 km. Hingga akhir 2019, dari total panjang semuanya tersisa 80,8 km belum terbuka. Pada tahun anggaran (TA) 2020, Kementerian PUPR menganggarkan sebesar Rp231 miliar untuk pembangunan delapan ruas jalan perbatasan dan tiga ruas akses perbatasan di wilayah Kaltara.
Untuk pembangunan jalan perbatasan yang telah konstruksi adalah Jalan Long Semamu Long Bawan 3 sepanjang 1,2 km dengan progres 0,38%, Jalan Long Semamu Long Bawan 4 sepanjang 1,8 km progres fisik 1,6% dan biaya Rp 20,9 miliar, Jalan Long Boh Metulang Long Nawang sepanjang 3,5 km progresnya 37,12%, dan Jalan Long Boh Metulang Long Nawang 2 sepanjang 2,5 km dengan progres 33,7%.
Sementara untuk 4 ruas sisanya masih dalam tahap persiapan lelang, yakni Jalan Malinau Semamu 1 sepanjang 1,4 km, Jalan Long Semamu Long Bawan sepanjang 2 km, Jalan Long Semamu Long Bawan 2 sepanjang 2,1 km, dan Jalan Long Nawang sepanjang 400 meter. ( Baca juga: DPR Usulkan Pemerintah Subsidi Ponsel Pintar untuk Kebutuhan PJJ )
“Jaringan jalan perbatasan ini merupakan infrastruktur yang bernilai strategis bagi NKRI dengan fungsi sebagai pertahanan dan keamanan negara dan mendukung pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulisnya yang diterima Selasa (28/7/2020).
Secara keseluruhan, jalan perbatasan di Kaltara terdiri dari jalan paralel perbatasan sepanjang 614,55 Km dan akses perbatasan 352,04 km. Hingga akhir 2019, dari total panjang semuanya tersisa 80,8 km belum terbuka. Pada tahun anggaran (TA) 2020, Kementerian PUPR menganggarkan sebesar Rp231 miliar untuk pembangunan delapan ruas jalan perbatasan dan tiga ruas akses perbatasan di wilayah Kaltara.
Untuk pembangunan jalan perbatasan yang telah konstruksi adalah Jalan Long Semamu Long Bawan 3 sepanjang 1,2 km dengan progres 0,38%, Jalan Long Semamu Long Bawan 4 sepanjang 1,8 km progres fisik 1,6% dan biaya Rp 20,9 miliar, Jalan Long Boh Metulang Long Nawang sepanjang 3,5 km progresnya 37,12%, dan Jalan Long Boh Metulang Long Nawang 2 sepanjang 2,5 km dengan progres 33,7%.
Sementara untuk 4 ruas sisanya masih dalam tahap persiapan lelang, yakni Jalan Malinau Semamu 1 sepanjang 1,4 km, Jalan Long Semamu Long Bawan sepanjang 2 km, Jalan Long Semamu Long Bawan 2 sepanjang 2,1 km, dan Jalan Long Nawang sepanjang 400 meter. ( Baca juga: DPR Usulkan Pemerintah Subsidi Ponsel Pintar untuk Kebutuhan PJJ )
Lihat Juga :