alexametrics

Kelapa Sawit dan Batu Bara Dorong Surplus Neraca Dagang

loading...
Kelapa Sawit dan Batu Bara Dorong Surplus Neraca Dagang
Surplus neraca perdagangan bulan Oktober sebesar USD12,68 miliar, dinilai terdorong oleh kenaikan harga komoditas ekspor seperti batu bara. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Surplus neraca perdagangan bulan Oktober sebesar USD12,68 miliar, menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede didorong oleh kenaikan harga komoditas ekspor seperti batu bara karena meningkatnya permintaan memasuki musim dingin. Ditambah penurunan supply global sehingga mendorong harga batu bara naik sekitar 70%yoy.

"Selain batu bara, harga komoditas lainnya seperti kelapa sawit juga meningkat pada bulan oktober yang lalu," papar Josua saat dihubungi di Jakarta, Rabu (16/11/2016).

(Baca Juga: Tren Perbaikan Ekspor Diprediksi Berlanjut hingga Akhir Tahun)



Selain dari sisi sisi harga, volume ekspor juga meningkat 5,97% MoM (month-to-month) dan 7,55% YoY (Year on Year) seiring dengan membaiknya aktivitas manufaktur beberapa mitra dagang utama indonesia seperti Jepang, China dan Amerika Serikat (AS). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor nonmigas pada Oktober 2016 mengalami surplus sebesar USD1,7 miliar.

Sementara ekspor migas mengalami defisit sebesar USD53,2 juta. Lebih lanjut Josua menerangkan jelang akhir tahun impor juga cenderung meningkat khususnya barang modal serta bahan baku sejalan dengan proyek-proyek infrastruktur yang mulai berjalan pada kuartal IV/2016.

"Sedangkan impor barang konsumsi melambat karena ekonomi dalam negeri masih lemah. Sehingga secara keseluruhan pertumbuhan impor masih lebih rendah dari ekspor, sehingga neraca perdagangan diperkirakan masih surplus," tutupnya
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak