Hadang Gempuran Produk China, SPS Corporate Bangun Pabrik Granit di Subang
Sabtu, 22 Juli 2023 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
Kehadiran pabrik granit PT SPS diapresiasi Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki). Ketua Bidang Keramik dan Ubin Asaki Andrea Petrina, mengatakan pembangunan pabrik granit PT SPS itu bisa membawa efek pengganda terhadap perekonomian Indonesia. "Investasi ini juga bagian dari komitmen industrik keramik nasional terhadap dukungan pemerintah yang telah memberikan harga gas khusus," kata Andrea.
Baca Juga: Mohammed bin Salman Dilaporkan Cari Utang Rp40,6 Triliun untuk Danai Neom Arab Saudi
Tak kalah penting, lanjut dia, investasi PT SPS itu akan mendukung program pemerintah untuk subtitusi impor. "Seperti kita tahu homogeneous tiles impor telah membanjiri Indonesia. Semoga portofolio impor nantinya bisa dialihkan ke produk SPS setelah pabrik ini berproduksi. Apalagi kapasitas produksinya untuk homogeneous tiles ini sangat besar," ujarnya.
Data Asaki menunjukkan, kapasitas produksi keramik nasional sebesar 550 juta m2 per tahun. Dari jumlah itu, 140-150 juta m2 merupakan keramik jenis B1A atau granit. Namun faktanya hanya bisa berjalan sekitar 50 persen. Kehadiran pabrik granit SPS di Subang menurutnya menjawab tantangan gempuran produk impor, terutama dari China. Gempuran produk impor dari China diindikasikan karena terjadinya unfair trade. Antara lain dengan pemberian subsidi pajak hingga 14%, indikasi praktik dumping, serta pengurangan ketebalan keramik.
"Sejak beberapa tahun terakhir, dengan tingginya angka kebutuhan granit, barang-barang China memang membanjiri pasar lokal. Meskipun pemerintah sudah menerapkan safeguard sejak 2018," ujarnya.
Baca Juga: Mohammed bin Salman Dilaporkan Cari Utang Rp40,6 Triliun untuk Danai Neom Arab Saudi
Tak kalah penting, lanjut dia, investasi PT SPS itu akan mendukung program pemerintah untuk subtitusi impor. "Seperti kita tahu homogeneous tiles impor telah membanjiri Indonesia. Semoga portofolio impor nantinya bisa dialihkan ke produk SPS setelah pabrik ini berproduksi. Apalagi kapasitas produksinya untuk homogeneous tiles ini sangat besar," ujarnya.
Data Asaki menunjukkan, kapasitas produksi keramik nasional sebesar 550 juta m2 per tahun. Dari jumlah itu, 140-150 juta m2 merupakan keramik jenis B1A atau granit. Namun faktanya hanya bisa berjalan sekitar 50 persen. Kehadiran pabrik granit SPS di Subang menurutnya menjawab tantangan gempuran produk impor, terutama dari China. Gempuran produk impor dari China diindikasikan karena terjadinya unfair trade. Antara lain dengan pemberian subsidi pajak hingga 14%, indikasi praktik dumping, serta pengurangan ketebalan keramik.
"Sejak beberapa tahun terakhir, dengan tingginya angka kebutuhan granit, barang-barang China memang membanjiri pasar lokal. Meskipun pemerintah sudah menerapkan safeguard sejak 2018," ujarnya.
(fjo)
Lihat Juga :