Atasi Defisit APBN, Bank Indonesia Beli SBN Rp2,3 Triliun

Rabu, 29 April 2020 - 17:07 WIB
loading...
Atasi Defisit APBN,...
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto/Dok BI
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bakal membantu menambal defisit anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bank sentral membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana sebanyak Rp2,3 triliun.

"Jadi kemarin bid yang masuk jumlahnya Rp44,4 triliun, diantaranya Rp7,5 triliun dari BI. Kita mendengar dari pengumuman pemerintah, itu Rp16,6 triliun, diantaranya Rp2,3 triliun untuk BI," ujar Perry di Jakarta, Rabu (29/4/2020).

Dia melanjutkan, akan kembali melelang SBN dengan seri yang sama. Surat utang baru tersebut akan dipakai oleh pemerintah untuk menambal defisit APBN.

"Nah sesuai kemarin demi mencapai target indikatif tersebut atau greenshoe option. Surat utang baru tersebut akan dipakai oleh pemerintah untuk menambal defisit APBN," katanya.

Perry pun menegaskan, dalam sistem lelang SBN tersebut, BI hanya menyampaikan jumlah penawaran dan tidak masuk dalam perhitungan harga yang akan mempengaruhi yield atau disebut non-competitive bids.

"BI bisa maksimum bid-nya 25% dari target maksimum. Mestinya maksimumnya adalah Rp10 triliun, tapi kami ingin mendahulukan pelaku pasar. Biar pasar yang lebih banyak nge-bid," pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
Viral Kabar Ganjil Genap...
Viral Kabar Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
KPK Ungkap Dugaan Intervensi...
KPK Ungkap Dugaan Intervensi BPK Pusat dalam Kasus Perubahan Opini Audit Pemkab Muara Enim
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Awas Tergelincir Oranje
Berita Terkini
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved