alexa snippet

Rupiah dan Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Rupiah dan Kedaulatan Ekonomi Indonesia
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo. Grafis/Dok
A+ A-
MATA uang bagi suatu negara tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi perdagangan dan stabilitas ekonomi. Mata uang merupakan identitas dan simbol kedaulatan negara.

Hal ini berlaku pula di Indonesia dengan mata uang rupiah. Sejak tahun lalu, tepatnya 1 Juli 2015, pemerintah memberlakukan kewajiban penggunaan rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peraturan ini diberlakukan untuk menegakkan kedaulatan rupiah di NKRI, sekaligus mendukung stabilitas ekonomi makro. Ketentuan yang dituangkan dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 17/3/PBI/2015 tanggal 31 Maret 2015 tersebut mengatur bahwa setiap transaksi yang dilakukan di wilayah NKRI wajib menggunakan rupiah. PBI ini merupakan pelaksanaan dari Undang-undang (UU) No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, serta mendasarkan pada UU Bank Indonesia.

Meski demikian, ketentuan tersebut memberikan pengecualian untuk transaksi-transaksi dalam rangka pelaksanaan APBN; perdagangan internasional; pembiayaan internasional yang dilakukan oleh para pihak yang salah satunya berkedudukan di luar negeri; kegiatan usaha bank dalam valuta asing yang dilakukan sesuai UU yang mengatur mengenai perbankan dan perbankan syariah; transaksi surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah dalam valuta asing di pasar perdana dan pasar skunder yang sudah diatur dengan undang-undang; serta transaksi lainnya dalam valuta asing yang dilakukan berdasarkan undang-undang.

Perjalanan Rupiah

rupiah
Rupiah sendiri dicetak dan diatur penggunaannya oleh Bank Indonesia dengan kode ISO 4217 IDR. Dari catatan berbagai sumber nama rupiah sering dikaitkan dengan mata uang India, rupee. Namun, sebagian berpendapat bahwa rupiah berasal dari bahasa Sanskerta, rupia, yang berarti perak. Memang sama dengan arti rupee, namun rupiah sendiri merupakan pelafalan asli Indonesia karena adanya penambahan huruf ’h’ di akhir kata rupia, sangat khas sebagai pelafalan orang-orang Jawa.

Hal ini sedikit berbeda dengan banyak anggapan bahwa rupiah adalah salah satu unit turunan dari mata uang India. Rupee India sebenarnya juga dapat dikatakan sebagai turunan dari kata rupia itu sendiri, dengan begitu rupiah Indonesia memiliki tingkatan yang sama bukan sebagai unit turunan dari mata uang India tersebut.

Pada masa-masa awal kemerdekaan, Indonesia belum menggunakan mata uang rupiah namun menggunakan mata uang resmi yang dikenal sebagai ORI. ORI memiliki jangka waktu peredaran di Indonesia selama 4 tahun, ORI sudah mulai digunakan pada 1945 hingga 1949.

Tetapi, penggunaan ORI secara sah baru dimulai sejak diresmikannya mata uang ini oleh pemerintah sebagai mata uang Indonesia pada 30 Oktober 1946. Pada masa awal, ORI dicetak oleh Percetakan Canisius dengan bentuk dan desain yang sangat sederhana menggunakan pengaman serat halus.

Pada masa awal kemerdekaan ini ORI beredar luas di masyarakat meskipun uang ini hanya dicetak di Yogyakarta. ORI sedikitnya sudah dicetak sebanyak lima kali dalam jangka waktu empat tahun, antara lain cetakan I pada 17 Oktober 1945, seri II pada 1 Januari 1947, seri III dikeluarkan pada 26 Juli 1947. Pada masa itu, ORI merupakan mata uang yang memiliki nilai sangat rendah jika dibandingkan dengan uang-uang yang dikeluarkan oleh de Javasche Bank. Padahal, uang ORI adalah uang langka yang semestinya bernilai tinggi.

Pada 8 April 1947, Gubernur Provinsi Sumatera mengeluarkan rupiah Uang Republik Indonesia Provinsi Sumatera (URIPS). Sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan rupiah sebagai mata uang kebangsaan yang baru. Kepulauan Riau dan Irian Barat memiliki variasi rupiah mereka sendiri, tetapi penggunaannya dihapuskan pada 1964 di Riau dan 1974 di Irian Barat.

Pada awal pencatatan tahun 1949, posisi rupiah terhadap dolar AS (USD) berada di angka Rp3,80/USD. Hingga 1965, rupiah terus terdepresiasi hingga mencapai Rp4.995/USD.

Pada 1965, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) memutuskan melakukan redenominasi dengan memangkas nominal 0 di belakang mata uang rupiah. Kala itu posisi rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp0,25/USD.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top