40 Negara dengan Tingkat Kemiskinan Tertinggi di Dunia, Ada Tetangga Indonesia

Senin, 31 Juli 2023 - 13:26 WIB
loading...
A A A
Kemiskinan di Ghana berasal dari tantangan struktural, seperti terbatasnya akses ke pendidikan berkualitas. Ketidakseimbangan sosial-ekonomi negara itu menjadi hambatan serius bagi kemajuan Ghana secara keseluruhan. PDB Ghana saat ini adalah USD66.622 miliar, turun dari USD72 miliar pada tahun 2022.

30. Sierra Leone

Penghasilan di bawah USD2,15
Tingkat Kemiskinan: 26,1%

PDB Sierra Leone tercatat mencapai USD3,52 miliar, dan tingkat kemiskinan di negara ini menurut Bank Dunia mencapai 26,1% dari populasi. Masalah struktural, seperti warisan perang saudara yang menghancurkan dan tantangan ekonomi, membuat tekanan semakin berat.

29. Etiopia

Penghasilan di bawah USD2,15
Tingkat Kemiskinan: 27%

Ethiopia saat ini memiliki PDB sebesar USD156,03 miliar, atau hampir USD30 miliar lebih tinggi dari tahun fiskal sebelumnya. Tapi tetap saja, kemiskinan tetap menjadi masalah besar di negara ini.

Banyak orang Ethiopia tidak memiliki akses ke kebutuhan dasar seperti di antaranya perawatan kesehatan, dan pendidikan. Upaya untuk pengentasan kemiskinan, meskipun ada, namun harus diperkuat untuk secara berkelanjutan mengangkat jutaan orang dari siklus kekurangan ini.

28. Liberia

Penghasilan di bawah USD2,15
Tingkat Kemiskinan: 27,6%

Liberia, negara Afrika Barat, bergulat dengan kemiskinan yang intens, karena 27,6% populasinya berada di bawah garis kemiskinan pada 2023. Buntut dari perang saudara yang brutal, gejolak pemerintahan, dan wabah Ebola telah menekan ekonominya. Meskipun ada bantuan asing dan banyak intervensi, pengentasan kemiskinan berjalan lambat akibat kekurangan infrastruktur.

27. Togo

Penghasilan di bawah USD2,15
Tingkat Kemiskinan: 28,1%

Populasi Togo saat ini tembus 8,6 juta dan hampir sepertiga di antara hidup dalam kemiskinan yang intens. Sebagian besar daerah pedesaan tidak memiliki fasilitas dasar seperti air bersih dan listrik.

Pengangguran yang meluas dan tingkat melek huruf yang rendah memperburuk masalah ini. Menurut Program Pangan Dunia, kekurangan gizi dan kerawanan pangan juga terjadi di Togo.

26. Haiti

Penghasilan di bawah USD2,15
Tingkat Kemiskinan: 29,2%

Haiti diterpa kemiskinan yang parah, dengan lebih dari 29% penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan. Bencana alam, ketidakstabilan politik, dan terbatasnya akses pendidikan membuat pengentasan kemiskinan semakin sulit. Malnutrisi kronis dan perawatan kesehatan yang tidak memadai adalah manifestasi nyata dari kenyataan ini.

25. Kenya

Penghasilan di bawah USD2,15
Tingkat Kemiskinan: 29,4%

Meskipun ada langkah signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, kemiskinan tetap menjadi kenyataan nyata di Kenya. Saat ini, sekitar 29,4% orang Kenya hidup di bawah garis kemiskinan dan menghadapi tantangan terus-menerus seperti pengangguran, buta huruf, dan kesenjangan regional.

Selain itu, akses yang tidak memadai ke layanan dasar menjebak banyak orang dalam siklus kemiskinan antargenerasi.

24. Burkina Faso

Pendapatan di bawah USD2,15
Tingkat Kemiskinan: 30,5%

PDB Burkina Faso di tahun 2023 mencapai USD21.067 miliar, dan tingkat kemiskinan tembus 30,5%. Pertanian subsisten adalah sumber pendapatan utama bagi banyak orang, tetapi karena sangat bergantung pada pola curah hujan yang tidak dapat diprediksi, membuat potensinya terbatas. Lokasi negara yang terkurung daratan juga menghambat pembangunan ekonomi.

23. Nigeria

Pendapatan di bawah USD2,15
Tingkat Kemiskinan: 30,8%

Nigeria memiliki PDB tertinggi di antara negara-negara Afrika sub-Sahara, dimana saat ini mencapai USD506 miliar. Tetapi karena populasi di negara itu juga mencapai 213 juta, ada juga kemiskinan yang menjulang.

Kebutuhan pembukaan lapangan kerja serta insentif yang besar telah menguras sumber dayanya. Meskipun banyak anak muda Nigeria meningkatkan keterampilan, dengan banyak yang bekerja dari jarak jauh dalam pekerjaan TI global, masih ada jalan panjang untuk mengakhiri tekanan ekonomi di negara itu.

22. Chad

Penghasilan di bawah USD2,15
Tingkat kemiskinan: 30,9%

Saat ini tingkat kemiskinan di Chad sangat tinggi, dimana PDB Chad yakni USD11,962 miliar. Salah urus dan korupsi adalah penyebab utama di balik perjuangan negara dalam menghapus kemiskinan. Chad juga memiliki persentase pertumbuhan penduduk yang padat yang membuat alokasi sumber daya yang adil semakin menantang bagi pemerintah.

21. Angola

Penghasilan di bawah USD2,15
Tingkat Kemiskinan: 31,1%

Rekonstruksi pasca-perang saudara, urbanisasi yang cepat, dan ekonomi yang fokus pada minyak belum menguntungkan bagi semua orang di Angola. Pada tahun 2023, lebih dari 31% populasi masih hidup di bawah garis kemiskinan, hingga bergulat dengan kerawanan pangan.

Sementara upaya untuk mendiversifikasi ekonomi dan meningkatkan sistem perlindungan sosial sedang berlangsung, kesenjangan tetap ada, sering didorong oleh kekeringan yang disebabkan perubahan iklim.

20. Lesotho

Pendapatan di bawah USD2,15
Tingkat Kemiskinan: 32,4%

Lesotho adalah negara Afrika kecil terkurung daratan, yang menghadapi tantangan kemiskinan signifikan. Ketergantungan ekonomi negara itu pada pertanian dan pengiriman uang dari pekerja di Afrika Selatan membuatnya rentan terhadap perubahan iklim dan guncangan eksternal.

Pengangguran di negara ini cukup tinggi, sementara HIV/AIDS, yang mempengaruhi hampir seperempat dari populasi, memperburuk kemiskinan.

19. Republik Kongo

Pendapatan di bawah USD2,15
Tingkat Kemiskinan: 35,4%

Kemiskinan ekstrem di Republik Kongo terus meningkat dan mempengaruhi lebih dari 35% populasinya. Ketidakstabilan politik dan pemerintahan yang lemah menghambat negara ini untuk mencapai potensi penuhnya. PDB negara itu pada tahun 2023 yakni USD13.031 miliar.

18. Eswatini

Pendapatan di bawah USD2,15
Tingkat Kemiskinan: 36,1%

Negara kecil yang terletak di Afrika ini memiliki populasi saat ini sebesar 1,19 juta. Tetapi meskipun tidak memiliki banyak mulut untuk diberi makan, Eswatini memiliki tingkat kemiskinan yang melonjak. Sebagian besar kemiskinan ini dapat dikaitkan dengan kekeringan, musim kering, dan curah hujan yang tidak menentu sehingga tidak cukup kuat mengandalkan sektor pertanian.

17. Senegal

Penghasilan di bawah USD2,15
Tingkat Kemiskinan: 39%

Meskipun kaya akan budaya dan tradisi, banyak orang Senegal bergulat dengan akses yang tidak memadai ke kebutuhan. Akibatnya, banyak yang terpaksa membuat keputusan yang memilukan antara layanan kesehatan esensial dan makanan sehari-hari.

16. Papua Nugini

Penghasilan di bawah USD2,15
Tingkat Kemiskinan: 39,7%

Pada tahun 2023, sekitar 39,7% populasi Papua Nugini hidup di bawah garis kemiskinan dan berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketidaksetaraan negara ini sangat mencolok, karena kekayaan dari sektor-sektor yang kaya sumber daya jarang menetes ke sebagian besar masyarakat pedesaan.

15. Zimbabwe

Penghasilan di bawah USD2,15
Tingkat Kemiskinan: 39,8%

PDB Zimbabwe saat ini adalah USD29, 931 miliar dengan populasi sebesar 15 juta orang. Ketika hiperinflasi, infrastruktur ekonomi yang buruk, dan kurangnya sumber daya bersatu, kemiskinan menjadi sangat besar di suatu negara. Inilah alasan 39,8% orang di Zimbabwe hidup di bawah garis kemiskinan, dan mayoritas rawan pangan.

14. Uganda

Pendapatan di bawah USD2,15
Tingkat Kemiskinan: 42,2%
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar Dunia, Indonesia Masuk Daftar
10 Negara Pemilik Cadangan...
10 Negara Pemilik Cadangan Emas Terbesar Dunia, Siapa Teratas?
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Gugatan UU PDP Ditolak...
Gugatan UU PDP Ditolak MK, Negara Wajib Awasi Transfer Data Pribadi
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Rekomendasi
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Gulung Afrika Selatan 2-0
Meksiko dan Tradisi...
Meksiko dan Tradisi Start Sempurna di Piala Dunia
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved