4 Keuntungan RI Jika Bergabung dengan BRICS, Keamanan Pangan hingga Datangnya Investor

Rabu, 02 Agustus 2023 - 16:47 WIB
loading...
4 Keuntungan RI Jika...
Indonesia muncul sebagai calon anggota baru BRICS yang potensial, setelah negara-negara BRICS (Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) berencana melakukan ekspansi. Apa keuntungannya buat Indonesia?. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Indonesia muncul sebagai calon anggota baru BRICS yang potensial, setelah negara-negara BRICS (Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) berencana melakukan ekspansi. Menurut pejabat terkait seperti dilansir Reuters sebelumnya, Indonesia dan Arab Saudi masuk sebagai kandidat dalam rencana perluasan BRICS.

Baca Juga: BRICS Jadi Magnet Bagi Puluhan Negara, China Goyah Soal Calon Anggota Baru

Upaya Indonesia untuk bergabung dengan BRICS memang patut dipertimbangkan. Terlebih ada beberapa keuntungan yang bida didapatkan Indonesia setelah menjalin kerjasama dengan negara anggota BRICS itu.

Baca Juga: BRICS Bakal Ganti Nama Menjadi SUBSCRIBE? Ini Penjelasannya

Sebelumnya, duta besar Afrika Selatan untuk BRICS, Anil Sooklal sempat mengungkapkan, ada 13 negara yang sudah secara resmi meminta bergabung dengan Brics. Sedangkan enam negara lainnya telah meminta secara tidak resmi.

Beberapa nama yang beredar adalah Arab Saudi dan Iran disebut telah mendaftar secara resmi. Sementara negara lain yang menunjukkan minat untuk bergabung adalah Argentina, Uni Emirat Arab, Aljazair, Mesir dan Bahrain, ditambah satu negara dari Afrika Timur dan satu negara Afrika Barat.

Indonesia juga dilaporkan sudah tertarik bergabung dengan BRICS dan diharapkan memberi peran besar di organisasi tersebut.

Berikut beberapa keuntungan yang bisa didapatkan Indonesia jika bergabung dengan BRICS:

1. Keamanan Pangan

Keamanan pangan merupakan salah satu isu penting yang berkaitan dengan kesejahteraan dan kedaulatan rakyat. Jika bergabung dengan BRICS, keamanan pangan Indonesia besar kemungkinan bakal terjamin.

Hal itu bisa dilihat dari beberapa negara anggota BRICS yang memiliki agrikultur yang cukup mumpuni. Selain itu, negara anggota organisasi ini juga sepakat untuk bekerja sama dalam hal pembangunan agrikultural.

BRICS juga ternyata mempunyai lembaga penilitian sendiri tentang urusan pangan. Lembaga tersebut bernama BRIS Agriculture Reseach Platform atau yang disingkat BRICS-ARP.

2. Keamanan Akses Pasar Internasional

Sejak awal berdirinya, sebagian besar negara anggota BRICS berkomitmen untuk menjaga keamanan akses pasar internasional. Jika Indonesia masuk untuk bergabung, maka akses pasar internasional bisa terjamin.

Selain itu, Indonesia juga bisa memperluas pasar ekspor produk pangan kelima negara anggota BRICS yang notabene memiliki populasi besar dan permintaan tinggi akan pangan.

3. Bersahabat dengan Negara Berkembang BRICS

BRICS memang organisasi negara besar yang bakal memikat negara berkembang yang mulai mengalami perkembangan ekonomi pesat. Hal itu dilakukannya dengan landasan visi BRICS yang akan membantu pertumbuhan negara berkembang .

Jika dilihat dari perkembangan Indonesia yang sekarang,berpotensi besar menjadi ekonomi maju. Apabila bergabung dengan BRICS, maka pertumbuhan Indonesia bisa semakin pesat.

4. Memperoleh Sumber Daya Teknologi dan Investasi

Keuntungan berikutnya yaitu Indonesia bisa juga memperoleh sumber daya teknologi melalui kerjasama dengan negara anggota BRICS. Hal itu tentu bisa meningkatkan produktivitas di berbagai sektor, seperti perdagangan maupun pertanian.

Selain itu, dengan bergabung bersama kelima anggota BRICS itu Indonesia memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan investasi dari berbagai perusahaan yang dimilikinya. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terus berkembang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Menlu Sugiono: BRICS...
Menlu Sugiono: BRICS Harus Berperan Aktif Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
Rekomendasi
Suporter Ikonik DR Kongo...
Suporter Ikonik DR Kongo Gagal Masuk AS Gara-gara Visa Ditolak
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
PN Jakpus Gelar Sidang...
PN Jakpus Gelar Sidang Vonis Nadiem Makarim Besok
Berita Terkini
IHSG Jeblok Nyaris 1%...
IHSG Jeblok Nyaris 1% ke 5.838 Siang Ini, Ratusan Saham Merana
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved