alexa snippet

Masuki Low Season, Insan Pariwisata Siapkan Paket Yogya Heboh

Masuki Low Season, Insan Pariwisata Siapkan Paket Yogya Heboh
Insan perhotelan di Yogyakarta menggelar paket Yogya Heboh demi mensiasati low season. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
YOGYAKARTA - Setelah menangguk kenaikan kunjungan hampir 100% di libur Natal dan Tahun Baru, kalangan perhotelan tengah bersiap menghadapi low season pengunjung. Sebab, hingga bulan Maret mendatang, diperkirakan jumlah tamu yang menginap di hotel-hotel di Yogyakarta akan menurun drastis.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta, Istijab Danunagoro mengungkapkan, seperti siklus-siklus sebelumnya, tingkat hunian hotel akan mengalami penurunan drastis usai masa peak season pada bulan Desember. Jumlah wisatawan akan anjlok diikuti dengan penurunan tamu yang menginap. "Memang akan anjlok seperti biasanya," tuturnya, Sabtu (7/1/2017).

Istijab mengatakan, di masa low season tersebut, tingkat hunian hampir di semua hotel akan mengalami penurunan. Hotel ring I (seputaran Malioboro) kemungkinan besar tingkat hunian mereka hanya akan maksimal mencapai angka 65%. Hotel ring II juga demikian, tingkat hunian mereka maksimal hanya sekitar 55%.

Untuk hotel ring III dan hotel non bintang yang akan terasa penurunannya pada masa low season tersebut. Di hotel ring III kemungkinan besar tingkat hunian maksimal hanya sektiar 50% dari kamar yang tersedia. Sementara hotel non bintang akan lebih rendah lagi, kemungkinan maksimal hanya 45%.

Oleh karena itu, PHRI dan insan pariwisata di Yogyakarta tengah melakukan persiapan antisipasi penurunan jumlah wisatawan tersebut. Salah satu upaya yang akan mereka lakukan untuk menjaga tingkat kunjungan wisatawan adalah dengan meluncurkan program Yogya Heboh. "Semua stakeholder pariwisata terlibat," terangnya.

Dalam program Yogya Heboh ini, maskapai penerbangan akan menyediakan tiket murah yang dipadu dengan paket menginap yang murah, paket kuliner murah dan juga paket perjalanan wisata yang murah ataupun paket belanja di mal-mal dengan harga yang jauh di bawah harga normal.

Semua paket nantinya tidak dijual di harga normal, tetapi ada penurunan cukup signifikan. Yogya Heboh merupakan bentuk kerja sama antara maskapai penerbangan, pengelola hotel, pemilik usaha kuliner, mal, penyedia paket perjalanan wisata hingga para pengelola objek wisata. "Tujuannya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Yogyakarta," ujarnya.

Ketua ASITA Yogyakarta, Udhi Sudiyanto membenarkan, masa bulan Januari hingga Maret merupakan masa 'paceklik' usaha pariwisata. Sebab, tingkat kunjungan wisatawan akan mengalami penurunan dibanding dengan bulan-bulan sebelumnya.

Wisatawan, terutama domestik baru akan mulai melakukan liburan usai bulan Maret. "Memang harus ada upaya untuk tetap menjaga tingkat kunjungan wisatawan," tambahnya.



(ven)
loading gif
Top