alexa snippet

Pasar Springbed Bakal Menggeliat di Awal Tahun

Pasar Springbed Bakal Menggeliat di Awal Tahun
Penjualan springbed dan furniture diharapkan naik seiring pertumbuhan properti. Foto/SINDOnews
A+ A-
SEMARANG - Pasar Springbed dan Furniture pada awal 2017 diharapkan kembali menggeliat untuk membalas lesunya pasar di akhir tahun lalu. Tren penjualan di akhir 2016 mengalami penurunan hingga 50%. Owner Rumah Kita Springbed & Furniture, Jimmy Jati Utomo menilai, kondisi pasar furniture dan springbed di akhir tahun lalu agak lesu.

"Bulan Oktober-November turun rata-rata hanya mencapai target 50%, bahkan ada yang kurang. Desember lumayan naik," ujarnya di sela-sela pembukaan pameran, Kamis (19/1/2017).

Namun demikian, lanjut dia, penjualan springbed dan furniture diprediksi akan membaik. Hal tersebut terkait dengan properti di awal tahun ini yang diperkirakan membaik. "Perkembangan properti baik akan berdampak pula pada penjualan springbed dan furniture," harapnya.

Menurutnya, tren di awal tahun cenderung bagus. Tren kenaikan biasanya terjadi pada Desember hingga Maret. Namun, kurun waktu dua tahun ini tidak bisa lagi diprediksi. "Rata-rata penjualan 80 unit per bulan untuk setiap merk," katanya.

Dia melanjutkan, produk di awal tahun belum ada kenaikan harga. Melihat situasi terkini seperti kurs dolar AS dan bahan baku yang relatif stabil membuat suplier belum berani menaikkan harga. "Harga bahan baku yang naik adalah busa sekitar 15% karena impor," katanya.

Pameran ini sendiri berlangsung mulai 19-30 Januari 2017 di Mal Ciputra Semarang, Jawa Tengah. Beberapa produk yang tampil diantaranya Springbed King Koil, Serta, Simmons, Dreamland, Romance, Comporta, Airland, Lady Americana dan Elite. Selain itu, ada furniture knockdown, desain interior dan furniture anak Fun Kids. Beberapa suplier akan menghabiskan barang yang sudah tidak diproduksi lagi. Barang baru diskon bisa sampai 70-80%.

Menurutnya, segmen ritel pengguna paling besar adalah pemilik mes dan kos-kosan. "Produk yang paling diminati harga Rp2 juta hingga Rp8 juta di segmen menengah dengan persentase sampai 60%," terangnya.

Sales Promotion Lady Americana, Oktalia Zulfiani mengatakan, produk menengah ke atas masih jadi incaran konsumen. Springbed tipe Richmond merupakan salah satu produk favorit. "Dilapisi lateks dan per dibungkus satu per satu sehingga lebih kuat dan busa tidak mudah melengkung," terangnya.

Selain itu, springbed untuk terapi tulang belakang seperti tipe Renaissance. Springbed tanpa per yang berfungsi memperbaiki kesehatan tulang belakang.
(ven)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top