alexa snippet

Woodland Park Residence Terapkan Konsep Eco Living

Woodland Park Residence Terapkan Konsep Eco Living
Konsep eco living atau hidup ramah lingkungan diterapkan Daniland melalui PT Pardika Wisthi Sarana di apartemen Woodland Park Residence. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Gaya hidup ramah lingkungan menjadi tren yang diadaptasi kaum urban. Meski tinggal di perkotaan, mereka tetap ingin menerapkan konsep eco living dalam kehidupan sehari hari, terlebih bagi yang bertempat tinggal di apartemen.

Menjaga eco living atau menjaga ekosistem hidup merupakan cara kita mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup harmonis dan selaras dengan keseimbangan lingkungan hidup tempat tinggal. Karena itu, pemahaman eco living sangat bermanfaat.
 
Konsep eco living menjadi pilihan untuk mendorong gaya hidup ramah lingkungan di perkotaan khususnya di hunian vertikal. Konsep ini diterapkan Daniland melalui PT Pardika Wisthi Sarana di apartemen Woodland Park Residence yang dikembangkan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Direktur Utama PT Pardika Wisthi Sarana Achmad Setiadi mengatakan, Woodland Park Residence yang memiliki perpaduan ideal antara tempat tinggal, perkantoran dan area komersial berkembang.  "Apartemen ini dirancang lebih hemat energi, hemat pemakaian air, dan menggunakan bahan bangunan ramah lingkungan," kata dia dalam rilisnya, Jakarta, Selasa (14/2/2017).
 
Woodland Park Residence merupakan hunian vertikal yang dikembangkan di atas lahan seluas 3,2 Ha, terdiri dari empat tower apartemen siap huni dan satu tower condotel mengusung konsep hijau yang diimplementasikan dengan menyediakan ruang terbuka hijau hingga 80% dari luas total area.

Konsep eco living yang dihadirkan PT Pardika Wisthi Sarana dalam bentuk arsitektur dan interior berupa desain yang mengutamakan keseimbangan alam dan lingkungan. Ini menjadi investasi yang sangat menjanjikan baik untuk saat ini maupun masa mendatang.
 
Desain Woodland Park Residence diatur sedemikian rupa agar sirkulasi udara dan cahaya bisa mendukung kesehatan penghuni dan meminimalisasi penggunaan alat-alat elektronik contohnya kaca yang digunakan dapat me-reduce panas sampai 30%. Sehingga, dapat mengurangi beban pendingin ruangan.

Selain itu, material bahan bangunan yang digunakan juga ramah lingkungan bebas zat kimia berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Seperti penggunaan cat "water base" Non Volatile Organic Compounds, penggunaan pipa berbahan tidak beracun, tahan karat, tidak berbau serta anti lemak yang terpisah untuk kebutuhan air bersih, air kotor, drain kitchen/air kotor dapur bahkan air buangan mesin cuci sudah ada pipa khusus.

"Sehingga tidak perlu menggeser-geser unit mesin cuci ke area toilet serta penggunaan kabel anti api (fire resistant cable) untuk mencegah timbulnya percikan api saat terjadi korsleting listrik," tutur dia.
 
Konsep reuse dan recycle pun digunakan Woodland Park Residence dalam sistem pengolahan air bersih, selain mengandalkan sumur resapan juga menggunakan Water Treatment Plant (WTP) yang menghasilkan air bersih berkualitas di atas PDAM.

"Sertifikasi Sucofindo dan Palyja yang kami terima ini membuktikan Woodland Park Residence telah berhasil mengedepankan tidak hanya lingkungan hijau. Namun, pola hidup hijau juga yang semuanya itu untuk kenyamanan penghuni," ujar Setiadi.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top