alexametrics

Hampir Kuasai Seluruh Pasar, OJK Awasi Konglomerasi Keuangan

loading...
Hampir Kuasai Seluruh Pasar, OJK Awasi Konglomerasi Keuangan
OJK menyatakan, penyempurnaan kerangka pengaturan dan pengawasan terhadap konglomerasi keuangan menjadi penting. Grafis/istimewa
A+ A-
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, penyempurnaan kerangka pengaturan dan pengawasan terhadap konglomerasi keuangan menjadi penting demi ketangguhan dan daya tahan sektor jasa keuangan yang dapat dipengaruhi kondisi konglomerasi keuangan.

(Baca: Aset Industri Keuangan Nonbank Capai Rp1.845 Triliun)

Saat ini, konglomerasi menguasai tiga perempat pangsa pasar keuangan di Indonesia. Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani mengatakan, secara khusus, pihaknya punya beberapa rencana tahun ini dalam rangka penguatan OJK.

"Pertama, kami akan melakukan pengawasan yang lebih ketat mengenai pemenuhan investasi minimal pada Surat Berharga Negara (SBN) dan atau BUMN yang menjalankan proyek pembangunan infrastruktur," ujarnya di Jakarta, Kamis (16/2/2017).



Kedua, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem keuangan maka perlu pula disiapkan ketentuan yang mendorong agar industri di IKNB dapat tumbuh sehat dan berkelanjutan. Ketiga, OJK akan meningkatkan kapasitas industri LJKK dan BPJS.

"Secara lebih detail dan teknis terhadap program kerja strategis 2017 terhadap industri LJKK dan BPJS, akan disampaikan oleh Deputi Komisioner kami," kata dia.

Menurutnya, tahun ini adalah tahun terakhir dari periode Dewan Komisioner OJK saat ini. Tetapi Firdaus percaya, kelangsungan berbagai kebijakan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan peningkatan peran sektor jasa keuangan akan terus dijaga seluruh jajaran OJK bersama pemangku kepentingan lainnya.

"Semoga kita bisa bersama-sama mengisi tahun ini dengan capaian yang jauh lebih baik dari tahun lalu, dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara," pungkasnya.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak