alexa snippet

Tak Bisa Ekspor, Pekerja Freeport Ungkap Kondisi Tambang Grasberg

Tak Bisa Ekspor, Pekerja Freeport Ungkap Kondisi Tambang Grasberg
Serikat Pekerja PT Freeport Indonesia mengungkapkan kondisi tambang Grasberg, Kabupaten Mimika, Papua setelah belum ada kesepakatan izin ekspor konsentrat. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Serikat Pekerja PT Freeport Indonesia menegaskan bahwa saat ini segala aktivitas produksi di pertambangan Grasberg, Kabupaten Mimika, Papua telah lumpuh total. Hal ini‎ seiring dengan belum adanya titik temu antara pemerintah dan Freeport terkait perubahan status raksasa tambang tersebut dari kontrak karya (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

(Baca Juga: Ribuan Pekerja Freeport Tuntut Pemerintah Beri Kepastian Ekspor)

Perubahan status dari KK menjadi IUPK merupakan prasyarat yang harus diikuti Freeport jika ingin memperoleh izin untuk mengekspor konsentrat. Virgo mengungkapkan, saat ini kegiatan yang dilakukan di tambang Grasberg hanyalah perawatan (maintainance) semata. Penghentian operasi telah dilakukan sejak 10 Februari 2017.

"‎Tidak. Kami sudah berhenti beroperasi. Yang ada cuma perawatan. Iya (dari tanggal 10)," kata Ketua Serikat Pekerja PT Freeport Indonesia Virgo Salossa saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (17/2/2017).

(Baca Juga: Tambang Freeport Lumpuh Total, 33.000 Pekerja Dirumahkan)

Berhentinya kegiatan operasional di tambang Grasberg, kata dia, berakibat pada pengurangan jumlah tenaga kerja yang ada. Pasalnya, Freeport perlu melakukan penghematan karena tidak ada pemasukan dari tambang di Tanah Rajawali tersebut.

"‎Sudah terjadi pengurangan tenaga kerja. Karena penghematan itu telah dilakukan oleh Freeport. Penghematan itu berdampak pada pengurangan tenaga kerja. Sampai per hari ini dari tanggal 10 telah terjadi pemutusan 500 orang," lanjutnya.

Oleh sebab itu, dia berharap pemerintah segera memberikan kepastian terhadap pengusaha tambang kelas kakap tersebut. Dengan begitu, karyawan yang sebagian besar adalah warga negara Indonesia dapat bekerja kembali.

"Situasi ini yang kami berharap kepada pemerintah pusat untuk memberikan kepastian kepada Freeport untuk berinvestasi dengan aman dan nyaman sheingga bisa berdampak terhadap kelangsungan hidup warga negara Indonesia yang bekerja di kabupaten ini," tegasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top