alexa snippet

Sukses Bisnis Boneka meski Hanya Lulusan SD

Sukses Bisnis Boneka meski Hanya Lulusan SD
Awalnya, pembuatan boneka dilakukan bersama suaminya dan lambat laut usahanya tersebut terus berkembang hingga memiliki delapan karyawan. Foto/Eko Susanto
A+ A-
SURATINAH, 44, tampak sibuk menjawab pertanyaan dari pengantar maupun orang tua siswa TK Pertiwi Girirejo I Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang yang menanyakan harga boneka khasil karyanya.

"Semua boneka ini, saya hafal harganya," kata Suratinah, mengawali pembicaraan dengan Koran SINDO, Yogyakarta, Sabtu (18/2/2017).

Satu bangunan rumah tersebut dijadikan showroom berbagai model dan macam boneka dengan berbagai ukuran. Showroom yang diberi nama Tia Panda Collection, Perajin Boneka Tin di Dusun Candi, Desa Sidomulyo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Pada hari libur akhir pekan maupun libur nasional, lokasi itu ramai dikunjungi. Bahkan kini, terkadang ada sejumlah siswa PAUD maupun TK yang datang untuk belajar membuat boneka di rumahnya.

Suratinah dan suaminya, Sukaryo, sebelumnya sama-sama bekerja di pabrik pembuatan boneka di Bandung. Namun, seiring terjadinya krisis moneter berdampak pada sejumlah perusahaan melakukan pengurangan karyawan. "Sekitar 1997, kami bersama suami pulang ke sini. Dengan modal Rp5 juta, kami belanjakan bahan membuat boneka," katanya yang akrab dipanggil Mbak Tin ini.

Ketika itu, pembuatan boneka dilakukan bersama suaminya. Kemudian usaha yang dirintisnya tersebut lambat laut berkembang. Mereka, kemudian mengajari tetangganya untuk belajar bersama membuat boneka.

"Sekarang ini tetangga tetap membuat boneka ada 8 orang yang rata-rata ibu-ibu. Saya mengajari ibu-ibu untuk membuat boneka termasuk siswa maupun mahasiswa yang datang ke sini dengan lkhlas," tuturnya.

Dengan seiringnya waktu usaha yang dirintisnya semakin maju, kemudian pernah mengikuti lomba UMKM pada 2007 dan mendapatkan juara pertama. Semenjak itu, tawaran untuk menjadi pembicara berdatangan baik di kampus negeri maupun swasta, baik di Yogya maupun Jakarta.

Dalam forum-forum tersebut dia tak pernah malu menyampaikan jika hanya lulusan SD. "Sekarang ini untuk kulakan bahan satu truk dari Bandung. Kemudian untuk model boneka saya kadang-kadang harus nonton film kartun. Mana saja yang lagi ngetren saya harus diikuti membuat pola," kata ibu dua putri, Kustyanti dan A’yun Puspitasari, itu. 

Untuk menunggu showroom boneka tersebut, Mbak Tin bersama suaminya. Namun demikian, jika soal harga jual boneka suaminya juga belum hafal semuanya. Adapun berbagai macam boneka yang dijual baik meliputi orang-orangan, boneka hewan peliharaan seperti anjing, singa, macan maupun lainnya termasuk bola-bolaan hingga boneka bentuk mobil-mobilan.

Untuk harga jualnya mulai dari Rp1.500 hingga Rp1,2 juta. "Kami tidak membuka cabang. Untuk pembeli kebanyakan langsung datang ke sini," kata Sukaryo.

Sementara itu, Sunariyah, Guru TK Pertiwi Girirejo I Kecamatan Ngablak mengaku sengaja mengajak para siswanya untuk belajar membuat boneka.

Sebelumnya, telah memperoleh informasi dari temannya tentang keberadaan kampung boneka di Candi, Sindomulyo, Secang, tersebut. "Kegiatan ini merupakan kunjungan profesi temanya pekerjaan. Untuk itu, kami mengajak para siswa ke sini belajar membuat boneka," katanya.



(izz)
loading gif
Top