Traveloka Dorong Transformasi Digital Pariwisata

Selasa, 22 Agustus 2023 - 23:27 WIB
loading...
Traveloka Dorong Transformasi...
Traveloka dorong transformasi digital. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Traveloka menegaskan komitmennya dalam transformasi digital industri pariwisata menuju Indonesia Maju 2045. Hal itu diwujudkan dengan mendorong kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, pemberdayaan komunitas lokal, serta inovasi untuk memastikan pariwisata yang berkelanjutan.

"Inovasi berbasis teknologi merupakan inti dari bisnis Traveloka dan fokus kami adalah untuk meningkatkan pengalaman pada setiap aspek perjalanan konsumen. Melalui inovasi, kolaborasi bersama mitra strategis dan mengadopsi praktik berkelanjutan, Traveloka secara konsisten berkontribusi mempercepat transformasi digital industri pariwisata yang merupakan salah satu penggerak ekonomi utama Indonesia," kata CEO of Transport, Traveloka Iko Putera dalam siaran pers, Selasa (22/8/2023).

Baca Juga: 7 Rekomendasi Destinasi Top Indonesia Saat Liburan Sekolah

Memasuki momen perayaan HUT Kemerdekaan ke-78 RI yang ditandai dengan hari libur panjang (long-weekend), Traveloka mencatat peningkatan volume transaksi pada produk akomodasi sebesar 55,5% pada periode 31 Juli hingga 6 Agustus 2023, dibandingkan pada minggu sebelumnya. Selain itu, pada periode yang sama, juga terjadi lonjakan pada volume transaksi pada transportasi darat (Bus dan Kereta) hingga mencapai 20%. Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Semarang tercatat sebagai destinasi favorit pengguna.

Untuk mendukung peningkatan tren berwisata dan kemajuan UKM wisata, Traveloka menghadirkan Traveloka Travel Fair yang memanjakan konsumen dengan diskon hingga 50% untuk pemesanan hotel, tiket pesawat dan atraksi serta kesempatan mendapatkan kupon diskon tambahan sebesar 30%. Melalui program ini, Traveloka menjembatani transaksi antara pelanggan dengan UKM dan pemangku kepentingan industri wisata di Indonesia. Promo ini berlaku mulai 3 Agustus hingga 3 September 2023.

Lebih lanjut, Traveloka melihat bahwa dalam mewujudkan transformasi digital, terdapat tiga area penting yang perlu dibangun, yaitu digitalisasi para pelaku perjalanan, peningkatan literasi digital sumber daya manusia (SDM) dalam industri pariwisata, serta inisiatif untuk memastikan pariwisata berkelanjutan. Seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem pariwisata nasional perlu terlibat aktif dalam memastikan pertumbuhan setiap area tersebut.

Bagi Indonesia, interkonektivitas merupakan salah satu faktor penting dalam memastikan mobilitas untuk meningkatkan produktivitas, termasuk pariwisata. Moda transportasi darat masih menjadi favorit wisatawan domestik. Mengutip data dari Kementerian Perhubungan, sebanyak 13.744.563 orang penumpang melakukan perjalanan mudik dan balik pada periode libur Lebaran 2023 yang lalu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.321.970 orang menggunakan moda transportasi darat yang terdiri dari 2.783.980 orang menggunakan angkutan jalan dan 2.537.990 orang menggunakan angkutan kereta api.

Seiring tingginya minat masyarakat terhadap transportasi darat, Traveloka secara konsisten memastikan pengguna mendapatkan pengalaman yang terbaik dengan digitalisasi penyedia layanan (Perusahaan Otobus) melalui platform Traveloka.

Data internal Traveloka mencatat, moda transportasi darat mengalami peningkatan signifikan baik dari sisi transaksi hingga jumlah kemitraan. Hingga saat ini, mitra transportasi darat Traveloka mencapai lebih dari 400 mitra PO Bus & Travel, serta lebih dari 600 mitra sewa mobil & antar-jemput bandara.

Digitalisasi transportasi darat ini memberikan keuntungan bagi pengguna maupun operator. Bagi pengguna jasa, layanan digital membuat proses transaksi jauh lebih cepat, hemat waktu dan biaya, serta lebih nyaman tanpa harus mengantre, sekaligus bisa langsung membandingkan berbagai opsi layanan, jadwal dan harga yang ditawarkan masing-masing operator. Sedangkan bagi operator, layanan digital akan meningkatkan citra serta kepercayaan konsumen, hingga membuka peluang menggarap pasar lebih luas.

Sementara itu, dalam mendorong transformasi digital industri pariwisata, peningkatan literasi digital untuk sumber daya manusia merupakan salah satu aspek utama. Hal ini juga selaras dengan Pilar Pertama Visi Indonesia 2045 yaitu pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Traveloka secara berkesinambungan menargetkan untuk memberikan pelatihan kepada 100.000 peserta pada tahun 2023, termasuk UMKM, pemuda, dan siswa SMK dari ekosistem industri pariwisata melalui Program Pelatihan Literasi Digital Traveloka. Program ini bertujuan untuk membekali para talenta di industri pariwisata dengan keterampilan digital yang esensial untuk memberikan kontribusi langsung bagi pertumbuhan bisnis pariwisata.

Traveloka yang saat ini hadir di 6 negara di Asia Tenggara, berkomitmen untuk mengambil bagian dalam mengatasi tantangan iklim global dengan memastikan industri pariwisata yang lebih berkelanjutan.

Sejak 2022, Traveloka juga bermitra dengan Global Sustainable Tourism Council (GSTC) untuk memberikan rangkaian sesi pelatihan mengenai pariwisata berkelanjutan bagi mitra perhotelan di berbagai negara tempat Traveloka beroperasi. Salah satu manfaat utama dari pelatihan ini adalah kesempatan untuk mengikuti Ujian Kursus Pariwisata Berkelanjutan GSTC resmi dan setelah berhasil menyelesaikannya, menerima Sertifikat Profesional di bidang Pariwisata Berkelanjutan dari GSTC.

Selain itu, salah satu usaha Traveloka untuk berkontribusi terhadap target net zero emission pemerintah adalah dengan melakukan program penanaman 100.000 bibit mangrove di berbagai wilayah di Indonesia yang dilakukan sejak tahun 2022 melalui kemitraan dengan berbagai mitra strategis seperti; World Resources Institute (WRI) Indonesia, Mangrove Nusantara (MATA), dan didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Baca Juga: Ini Tips Bisa Work from Anywhere dengan Budget Murah

Menanggapi pentingnya transformasi digital untuk mewujudkan visi Indonesia Maju, Suci Lestari Yuana Peneliti Ekonomi Digital Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan digitalisasi ekonomi, termasuk di dalamnya digitalisasi pariwisata merupakan suatu keniscayaan.

"Ekosistem ekonomi yang produktif hanya bisa terwujud apabila semua pihak dilibatkan untuk berkontribusi selaras dengan visi tersebut. Masih banyak peluang yang dapat dan perlu dikembangkan terutama di sektor industri mikro, kecil dan menengah untuk membuat digitalisasi pariwisata yang lebih inklusif dan berkeadilan," kata dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Rebranding Inhealth,...
Rebranding Inhealth, Strategi Perkuat Layanan dan Digitalisasi
Data Center jadi Fondasi...
Data Center jadi Fondasi Penting di Tengah Pertumbuhan Digitalisasi
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
Industri Hotel Mewah...
Industri Hotel Mewah RI Lampaui Pemulihan Pasar, Bali Perkuat Branded Residence
Bea Cukai Luncurkan...
Bea Cukai Luncurkan Inisiatif Jaminan Nontunai Elektronik: Wujud Transformasi Digital dan Efisiensi Kepabeanan
Meruorah Labuan Bajo...
Meruorah Labuan Bajo Siap Naik Kelas Lewat Sinergi Baru
Teknologi Digital, AI,...
Teknologi Digital, AI, dan Konektivitas Global Lahirkan Ekosistem Gig Economy
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Rekomendasi
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Berita Terkini
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Infografis
3 Alasan Komisi Eropa...
3 Alasan Komisi Eropa Dorong UE Miliki Blok Pertahanan Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved