alexametrics

Revolusi Industri, 75% Jenis Pekerjaan Akan Hilang

loading...
Revolusi Industri, 75% Jenis Pekerjaan Akan Hilang
Era revolusi industri yang sedang terjadi saat ini menurut Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) bakal membuat 75% pekerjaan hilang. Foto/Ilustrasi
A+ A-
YOGYAKARTA - Era revolusi industri yang sedang terjadi saat ini menurut Rektor Universitas Gajah Mada (UGM), Prof Ir Dwikorita Karnawati Msc PHD bakal membuat beberapa sektor pekerjaan hilang. Lebih lanjut dia menerangkan saat ini dunia sedang memasuki era revolusi industri yang ke empat.

(Baca Juga: World Economic Forum Bahas Robot Gantikan Pekerjaan Manusia)

Di mana peran dalam industri sudah mulai beralih dengan konsentrasi ke arah digitalisasi. Digitalisasi ini membutuhkan sumber daya manusia yang lebih mengedepankan kerja otak ketimbang yang lain. 35% job (jenis pekerjaan) yang dipelajari di perguruan tinggi saat ini akan hilang dalam 5 tahun mendatang.



Sebab, saat ini dunia tengah memasuki era revolusi industri yang berbeda dengan era-era revolusi industri sebelumnya. Saat ini, era revolusi industri sudah masuk ke periode keempat. "Blue colour and labour akan digeser oleh Y colour. Y colour lebih mengedepankan intelegensi," tuturnya, Senin (27/2/2017).

Era revolusi industri memang sudah berlangsung empat kali. Era revolusi industri yang pertama dimulai ketika ada penemuan mesin uap. Era revolusi industri kedua dimulai ketika ditemukan listrik dan era revolusi industri ketiga dimulai ketika industri beralih ke robotik.

Dalam beberapa tahun terakhir, era revolusi industri keempat sudah mulai berlangsung. Di mana semua sudah mengarah ke digitalisasi. Peran-peran produksi yang selama ini dikerjakan melalui tenaga kerja ataupun robotik sudah mulai berkurang, digantikan melalui digitalisasi program.

Oleh karena itu, kemungkinan 'menggusur' peran SDM (Sumber Daya Manusia) ke arah digitalisasi bisa terjadi. "Yang mengkhawatirkan, 5 tahun ke depan 35% Job yang dipelajari di perguruan tinggi akan hilang. Dan 10 tahun mendatang, 75% Job akan hilang," tuturnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak