alexametrics

Pemerintah Diminta Pastikan Harga Gas di Blok Masela

loading...
Pemerintah Diminta Pastikan Harga Gas di Blok Masela
Pemerintah diminta untuk memberi kepastian harga gas di Blok Masela, karena sebagai bahan baku energi industri petrokimia. Grafis/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah diminta untuk memberi kepastian harga gas di Blok Masela. Permintaan ini disampaikan tidak lain karena sebagai bahan baku energi industri petrokimia.

Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik (INAplas) menyatakan, rencana pengembangan industri petrokimia di Blok Masela, Maluku cukup baik. Tetapi masih ada persiapan yang harus dilakukan pemerintah untuk menarik minat investor.

Sekretaris Jenderal INAplas Fajar Budiyono mengatakan, pihaknya telah beberapa kali berdiskusi dengan pemerintah mengenai pengembangan industri di Blok Masela. Sejumlah investor juga telah menyatakan ketertarikannya untuk membangun pabrik petrokimia di kawasan tersebut.



Fajar meminta harga gas sebesar USD3,5 per MMBtu. "Jadi harga keekonomian. Kita hitung-hitung USD3,5, itu penerimaan negara sama dengan kalau negara jual harga USD6.‎ Jadi, tidak ada masalah di Masela yang penting ada kepastian stok dan formula harga. Kalau di Masela kita bangun satu pabrik saja, itu bisa dapat 500 ribu ton untuk polietilen dan polipropilen sekitar 700 ribu ton," ujarnya di Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Pihaknya juga sudah beberapa kali diajak bertemu untuk membahas masalah Blok Masela. "Kita berminat selama ada garansi jumlah quantity dan harga," kata Fajar.

Pihaknya juga meminta pemerintah untuk menyiapkan infrastruktur dalam bentuk transportasi untuk mengangkut hasil produksi industri. Tol laut yang sudah ada ke Blok Masela menjadi caranya, sehingga ‎biaya operasional semakin murah.

"Kalau bisa ini infrastruktur yang disiapkan pemerintah. Penting lagi, selesai ini dibangun tol laut harus nyambung. Kalau ada tol laut jadi tidak masalah karena dia ke timur bawa bahan baku makanan dan ke barat bawa bahan baku polimer. Bolak-balik dapat," pungkas dia.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak