alexa snippet

Cetak Rekor, IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas dan Minim Sentimen

Cetak Rekor, IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas dan Minim Sentimen
IHSG pada pekan nanti diprediksi minim sentimen pasca kenaikan tertinggi pada akhir pekan lalu. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan nanti diprediksi minim sentimen pasca kenaikan tertinggi pada akhir pekan lalu. Pekan kemarin, IHSG ditutup di level tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Bursa Efek Indonesia (BEI) di angka 5.540,43 poin.

Research Analyst OCBC Sekuritas Indonesia, Liga Maradona memperkirakan tren IHSG untuk pekan depan akan bergerak melemah di kisaran 5.490-5.560. Menurutnya pelemahan indeks akan didorong oleh aksi profit taking investor terhadap saham-saham yang sudah menguat signifikan. Saham yang berpotensi mengalami aksi ambil untung oleh investor dari sektor perbankan dan aneka industri.

“Pekan ini diprediksi akan ada aksi ambil untung untuk saham saham yang sudah naik tinggi pekan kemarin. Namun, sektor yang akan positif di pekan ini adalah konstruksi, pertambangan, dan infrastruktur,” ujarnya, saat dihubungi di Jakarta, Minggu (19/3/2017).

Sementara sentimen global yang harus diwaspadai investor seperti kawasan Eropa yang menunggu pemilihan umum, seperti di Belanda, Italia dan prancis. Isu lainnya tidak lain datang juga dari kebijakan Donald Trump di AS.

Dari internal, lanjut dia, investor Harus memperhatikan perkembangan politik terkait pilkada Jakarta putaran kedua.

Sepanjang pekan lalu IHSG berhasil menguat 2,78% dari pekan sebelumnya di level 5.390,68 poin. Rekor penutupan IHSG sebelumnya terjadi pada 7 April 2015 di level 5.523,29 poin.

(Baca: IHSG Cetak Rekor Sepanjang Masa ke Level 5.540,43)

Pada pekan kemarin, pergerakan IHSG mampu berbalik positif seiring aksi beli memanfaatkan pelemahan sebelumnya dan dukungan dari cukup banyaknya berita positif dari makroekonomi Indonesia. Di antaranya pernyataan Menko Perekonomian, Darmin Nasution, yang menilai pertumbuhan Q1-17 dapat mencapai 5 % lebih tinggi dari periode sebelumnya.

Kemudian, pernyataan Goldman Sachs yang menilai peningkatan rating dari S&P dapat meningkatkan dana masuk ke Indonesia, serta bertambahnya dana repatriasi amnesti pajak ke pasar modal. Selanjutnya, pertemuan antara Presiden Jokowi dengan para pejabat Toyota Motor Corp untuk membahas komitmen pengembangan industri yang dapat memberikan nilai tambah pada ekonomi Indonesia.
(dmd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top