alexa snippet

Pegiat Wisata Dorong Terwujudnya Ecopark Tinjomoyo

Pegiat Wisata Dorong Terwujudnya Ecopark Tinjomoyo
Kawasan hutan wisata Tinjomoyo. Foto/Istimewa
A+ A-
SEMARANG - Kalangan pegiat wisata di Kota Semarang mengharapkan, ecopark yang akan dibangun di Taman Hutan Tinjomoyo bisa direalisasikan. Ecopark tersebut akan menjadi alternatif wisata baru di Kota Semarang, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.

Salah satu Pegiat Wisata di Kota Semarang Nurul Wahid mengatakan, sangat mendukung rencana pemerintah yang akan memanfaatkan hutan Tinjomoyo menjadi kawasan ecopark. Ia menyebutkan, Hutan Tijomoyo memiliki keunikan tersendiri yakni ada fenomena alam berupa migrasi beberapa jenis burung di bulan tertentu yang melintas antar benua, dari Australia menuju Asia dan Amerika.

Hal ini akan sangat menarik tidak hanya bagi wisatawan namun juga peneliti-peneliti dari luar negeri. "Kota Semarang butuh wisata baru, untuk semakin meningkatkan kunjungan wisatawan," katanya, Senin (20/3/2017).
 
Dia menjelaskan, wacana adanya ecopark di Tinjomoyo sebenarnya sudah cukup lama, namun Pemkot sejauh ini belum ada progres yang positif. Padahal sambungnya keberadaan ecopark sudah sangat ditunggu-tunggu.

Ia menilai, lambatnya pembangunan ecopark dikarenakan Pemkot sampai saat ini masih kesulitan mendapatkan pihak ketiga dalam pengelolaan dan pengembangan edupark tersebut.

Oleh sebab itu, sebaiknya Pemkot bisa melakukan pengelolaan sendiri, karena dengan anggaran yang dibutuhkan yakni sekitar Rp33 miliar, merupakan nilai yang masih relatif wajar dan mampu dianggarkan oleh Pemkot. "Kalau hanya Rp33 miliar pemerintah jelas mampu sekali," ucap pria yang biasa disapa Gus Wahid ini.

Menurut dia, Pemkot kalah dengan pengembangan ecopark mangrove yang ada di Kelurahan Tapak, Tugu, yang hanya dilakukan oleh masyarakat sekitar tanpa ada anggaran. "Masak Pemerintah kalah dengan Tapak," ucapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Masdiana Safitri mengakui, potensi untuk mendatangkan wisatawan dengan adanya ecopark sangat besar. "Dalam konsep ecopark ini, Tinjomoyo akan disulap menjadi taman burung dan hayati. Fenoma alam migrasi burung akan mampu menyedot perhatian," ucapnya.

Ia menambahkan, nantinya selain menjadi kawasan taman burung dan hayati, juga dapat menjadi kawasan outbond serta camping ground.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengaku, sangat mendukung rencana pemanfaatan Taman Hutan Tinjomoyo menjadi kawasan Ecopark."Pengelolan tidak harus pihak ketiga tapi bisa juga dari BUMD," ucapnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top