alexa snippet

Aset Perbankan Syariah Diprediksi Ungguli Konvensional

Aset Perbankan Syariah Diprediksi Ungguli Konvensional
Bank Umum Syariah (BUS) pada akhir 2017 diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan aset di atas Bank Umum Konvensional (BUK). Grafis/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Bank Umum Syariah (BUS) pada akhir 2017 diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan aset di atas Bank Umum Konvensional (BUK) dengan selisih yang tipis yakni 0,54%.

Artinya, perbankan syariah pada 2017 akan terus meningkatkan sumber dayanya, baik dalam segi kuantitas kekayaan perusahaan, maupun kuantitas jumlah industri perbankan syariah yang akan terus meningkat.

"Bank syariah diprediksi tumbuh dua kali lipat dibanding bank konvensional. Pada 2016 berdasarkan RBB saja aset tumbuh sekitar 6% sedangkan tahun ini diproyeksi tumbuh 11,8%. Itu kinerja yang baik," kata Pengamat ekonomi syariah, Adiwarman Karim kepada KORAN SINDO usai jumpa pers sosialisasi fatwa terbaru antara BNI Syariah dengan DSN MUI di Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Meski demikian, pihaknya memandang bahwa pada 2017 merupakan tantangan bagi perbankan syariah dan kenyamanan bagi bank konvensional.

Hal ini dikarenakan pertumbuhan kredit konvensional berada pada level yang cukup signifikan, yakni berada di atas pertumbuhan industri perbankan dan juga syariah. Hingga akhir 2016, pertumbuhan perbankan syariah terlihat sedikit melambat.

Pada kuartal IV/2016 jumlah pertumbuhan bank syariah berada di bawah industri perbankan dan juga bank nasional yakni 7,21%. Di mana pada 2017, perbankan syariah diproyeksikan akan mempercepat pertumbuhan jumlah dana pihak ketiga (DPK) hingga 5,22%.

"Itu lebih baik dibandingkan dengan konvensional yang hanya menambah pertumbuhan DPK sebesar 4,55%," paparnya.

Sementara, secara keseluruhan perkembangan industri jasa keuangan Indonesia akan terus berkembang cukup baik. Jumlah total kredit perbankan mencapai angka tertinggi dibanding jumlah aset dan DPK hingga 7,78% pada kuartal I/2016 dan 13,25% pada akhir 2017.
(izz)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top