Jerman Disarankan Dekati BRICS Usai Sanksi Barat Disebut Gagal Mengguncang Rusia

Senin, 04 September 2023 - 14:24 WIB
loading...
A A A
Menurut anggota parlemen itu, sanksi tersebut tidak berhasil menekan pemerintah Rusia, sementara itu ekonomi domestik Jerman tertatih-tatih. Ia memberikan catatan, bahwa inflasi dua digit di Jerman adalah produk dari sanksi, serta "dukungan militer yang semakin meningkat untuk Ukraina."

Dagdelen juga memperingatkan, perang sanksi telah mendorong redistribusi modal terbesar di negara itu, dengan perusahaan-perusahaan besar meningkatkan keuntungan, sementara konsumen Jerman biasa menderita penurunan upah riil dan krisis biaya hidup.

Anggota parlemen itu juga mengkritik pemerintah dan mendesak Berlin untuk menjauhkan diri dari Washington dan NATO. Dia menyarankan, menjalin hubungan lebih dekat dengan BRICS , blok ekonomi saingan G7 dari negara-negara yang mencakup Rusia dan yang akan mewakili hampir 40% dari PDB global setelah secara resmi menerima anggota baru pada awal tahun depan.

Menurut Dagdelen, Jerman harus "bereaksi sesuai dengan multipolaritas baru," bebernya.

"Jerman dan Eropa membutuhkan kebijakan luar negeri yang berdaulat yang tidak lagi berada di bawah AS dan NATO. Mendukung inisiatif perdamaian BRICS akan menjadi langkah pertama menuju pembebasan diri dari paternalisme AS yang fatal secara sosial dan politik. Ini akan mewakili langkah menuju kedaulatan demokratis. Tidak ada perang yang menjadi perang kita, bahkan yang ini," terang Dagdelen.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Rekomendasi
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Kanada vs Bosnia Imbang...
Kanada vs Bosnia Imbang 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Jika Diinvasi Barat,...
Jika Diinvasi Barat, Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved