alexa snippet

Ditentang Uni Eropa, Sawit Justru Penyelamat Deforestasi

Ditentang Uni Eropa, Sawit Justru Penyelamat Deforestasi
Penanaman kelapa sawit dinilai telah menyelamatkan hutan dari deforestasi. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Supiandi Sabiham tidak sepakat dengan pernyataan parlemen Uni Eropa yang menyebutkan bahwa sawit merupakan penyebab terjadinya deforestasi.

Supiandi menilai, perkebunan kelapa sawit justru sebagai penyelamat deforestasi tersebut. Dia menegaskan, tidak benar deforestasi dan kerusakan lahan disebabkan oleh berkembangnya perkebunan kelapa sawit. Karena sejatinya, kerusakan lahan dan hutan sudah jauh terjadi sebelum sawit berkembang di Tanah Air.

"Saya melihat, fakta yang ada bahwa sawit penyelamat deforestasi. Tidaklah benar secara fakta deforestasi dikarenakan sawit. Dan tidak benar kerusakan lahan karena ternyata memang kerusakan hutan sudah lama sejak zaman kolonial Belanda," katanya dalam acara Roundtable Discussion yang digelar Koran SINDO dan SINDOnews.com bertajuk 'Benarkah Sawit Penyebab Deforestasi?' di Jakarta, Jumat (31/3/2017).

Menurutnya, perkebunan kelapa sawit yang menggunakan hutan primer hanya sekitar 1%, sementara sisanya adalah hutan sekunder. Jika hutan-hutan sekunder tidak ditanami kelapa sawit, katanya, maka kerusakan akan jauh lebih besar lagi. "Sawit hanya me-replace hutan primer kurang dari 1%, termasuk semak," imbuh dia.

Supiandi juga membantah jika disebutkan bahwa perkebunan kelapa sawit terlalu banyak menggunakan air alias rakus air. Karena, perkebunan kelapa sawit per harinya hanya menggunakan 4,5 milimeter (mm) air.

"Kami meneliti berapa jumlah air yang hilang di musim kemarau. Ternyata hanya 4,5 mm per hari hilang melalui transparasi. Kalau 4,5 mm per hari itu tidak termasuk rakus air," tandasnya.
(ven)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top