Kenaikan Subsidi Konversi Motor Listrik Jadi Rp10 Juta Tergantung Bahan Baku
Kamis, 07 September 2023 - 17:31 WIB
loading...
Penambahan subsidi konversi motor listrik masih dihitung. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) kembali beri penjelasan soal rencana kenaikan subsidi konversi motor listrik dari Rp7 juta menjadi Rp10 juta. Menurut ESDM penambahan subsidi itu masih terus dihitung.
Baca juga: Pertalite Diganti Pertamax Green 92 Tahun Depan, Ini Kata Menteri ESDM
"Masih dihitung dulu, kan semua tergantung bahan bakunya, baterenya, BLDCnya, motor listriknya, segala macem. Masih kita itung dulu," jelas Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Yudo Dwinanda ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (7/9/2023).
Diungkapkan Yudo, sepanjang ada bahan bakunya, maka kenaikan subsidi konversi motor listrik itu dimungkinkan. Namun sebaliknya, apabila tidak ada maka masih menunggu bahan baku karena berkaitan dengan masalah value chain.
"Kalau diskusi Rp10 juta itu kan semua tergantung bahan bakunya, masih matematik dulu," lanjutnya.
Ditambahkan Yudo, hingga kini bengkel tersertifikasi pun akan terus bertambah sebab proses konversi motor listrik masih terus berjalan. Ia pun berarap target 50 ribu motor konversi hingga akhir 2023 bisa terwujud.
Baca juga: Indonesia Loloskan 1 Wakil ke Semifinal China Open 2023, Jonatan Christie Siap Perang Saudara!
"Kita coba, kita coba, mudah-mudahan so far masih target. kita bekerja terus," tutupnya.
Baca juga: Pertalite Diganti Pertamax Green 92 Tahun Depan, Ini Kata Menteri ESDM
"Masih dihitung dulu, kan semua tergantung bahan bakunya, baterenya, BLDCnya, motor listriknya, segala macem. Masih kita itung dulu," jelas Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Yudo Dwinanda ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (7/9/2023).
Diungkapkan Yudo, sepanjang ada bahan bakunya, maka kenaikan subsidi konversi motor listrik itu dimungkinkan. Namun sebaliknya, apabila tidak ada maka masih menunggu bahan baku karena berkaitan dengan masalah value chain.
"Kalau diskusi Rp10 juta itu kan semua tergantung bahan bakunya, masih matematik dulu," lanjutnya.
Ditambahkan Yudo, hingga kini bengkel tersertifikasi pun akan terus bertambah sebab proses konversi motor listrik masih terus berjalan. Ia pun berarap target 50 ribu motor konversi hingga akhir 2023 bisa terwujud.
Baca juga: Indonesia Loloskan 1 Wakil ke Semifinal China Open 2023, Jonatan Christie Siap Perang Saudara!
"Kita coba, kita coba, mudah-mudahan so far masih target. kita bekerja terus," tutupnya.
(uka)
Lihat Juga :