Program Santri Makmur Lahirkan Proyek Pertanian Bernilai Ekonomi
Jum'at, 08 September 2023 - 13:30 WIB
loading...
Petrokimia Gresik terus mendorong Program Santri Makmur mampu melahirkan proyek pertanian bernilai ekonomi. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Petrokimia Gresik terus mendorong Program Santri Makmur mampu melahirkan proyek pertanian yang profitable dengan nilai ekonomi untuk terus dikembangkan.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Anurogo menyatakan Program Santri Makmur yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada peringatan 1 Abad NU di Banyuwangi 9 Januari 2023 itu merupakan upaya untuk meningkatkan produktivitas dan memajukan pertanian di Indonesia dengan melibatkan santri-santri Pondok Pesantren (PP).
"Saat ini telah terpilih 5 proyek pertanian terbaik dari program Santri Makmur untuk dilakukan pembekalan dan pengembangan lebih lanjut," kata Dwi Satriyo dalam keterangan tertulis, Jumat (8/9/2023).
Baca Juga: Peringati Hari Santri, Densus 88 Gelar Lomba Dai Mitra Polri 2023
Dia mengatakan proyek terbaik dipilih oleh dewan juri yang kompeten, yaitu tim Petrokimia Gresik, Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, serta tim ahli dari Politeknik Pengembangan Pertanian (Polbangtan). Salah satu poin penilaiannya adalah profitabilitas.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Anurogo menyatakan Program Santri Makmur yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada peringatan 1 Abad NU di Banyuwangi 9 Januari 2023 itu merupakan upaya untuk meningkatkan produktivitas dan memajukan pertanian di Indonesia dengan melibatkan santri-santri Pondok Pesantren (PP).
"Saat ini telah terpilih 5 proyek pertanian terbaik dari program Santri Makmur untuk dilakukan pembekalan dan pengembangan lebih lanjut," kata Dwi Satriyo dalam keterangan tertulis, Jumat (8/9/2023).
Baca Juga: Peringati Hari Santri, Densus 88 Gelar Lomba Dai Mitra Polri 2023
Dia mengatakan proyek terbaik dipilih oleh dewan juri yang kompeten, yaitu tim Petrokimia Gresik, Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, serta tim ahli dari Politeknik Pengembangan Pertanian (Polbangtan). Salah satu poin penilaiannya adalah profitabilitas.
Lihat Juga :