alexa snippet

BRI Syariah Catatkan Pembiayaan Rp22,05 Triliun

BRI Syariah Catatkan Pembiayaan Rp22,05 Triliun
PT Bank BRI Syariah menutup tahun 2016, lalu dengan kinerja positif, setelah membukukan pertumbuhan signifikan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Bank BRI Syariah menutup tahun 2016, lalu dengan kinerja positif, setelah membukukan pertumbuhan signifikan. Hal Ini terlihat dari total laba sebelum pajak melonjak 38,20% dari Rp169,07 miliar di 2015 menjadi Rp233,66 miliar pada 2016.

“Total aset juga bertumbuh 14,27% dari Rp24,23 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp27,69 trliun pada tahun 2016,” ungkap Direktur Utama BRI Syariah Moch. Hadi Santoso dalam keterangan resmi di Jakarta.

Dia menambahkan, pertumbuhan pembiayaan juga meningkat 10,18% dari Rp16,37 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp22,05 triliun. Hal ini diimbangi dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 9,41% dari Rp20,15 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp22,05 triliun pada tahun 2016.

Hadi menuturkan, pertumbuhan aset terjadi seiring dengan tambahan modal yang berasal dari suksesnya penjualan Sukuk Mudharabah Subordinasi I BRI Syariah yang oversubscribed sebesar 200%. Hal tersebut menurut dia menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia dan umat Islam pada umumnya telah mempercayai perbankan syariah.

"Sementara bagi BRI Syariah, kondisi tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari para investor terhadap masa depan BRISyariah.” tambah Hadi.

Terkait prospek 2017 Hadi mengatakan, BRI Syariah melihat banyak kesempatan bisnis yang terbuka dan ekonomi yang kondusif. "Peluang perbankan syariah semakin besar seiring dengan dukungan dan keberpihakan pemerintah kepada perbankan syariah," tukas dia.

Ini terwujud dengan memberikan kepercayaan perbankan syariah untuk menyalurkan KUR dan BRI Syariah menjadi pelopor dan satu-satunya perbankan syariah yang menyalurkan KUR Syariah hingga saat ini. Penyaluran KUR Syariah sejak diluncurkan bulan Maret  2017 hingga saat ini telah mencapai  Rp.86,9 miliar yang dinikmati oleh 3.873 orang.

KUR Syariah dinikmati oleh nasabah dari berbagai daerah di Indonesia dengan penyerapan KUR di Jawa (57,1%), Sumatera (19,6%), Sulawesi (9,2%), Kalimantan (7,7%), NTB (5,7%) dan Bali (0,7%).

“Oleh karenanya BRISyariah akan serius menggarap KUR Syariah ini sekaligus mulai membangun pondasi dominasi KUR Syariah di jajaran perbankan syariah di Indonesia sebagaimana induk perusahaannya (PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang mendominasi pasar KUR bank konvensional di Indonesia” pungkas Hadi.



(akr)
loading gif
Top