Pemerintah Gencarkan Transformasi Digital untuk Dorong Produktivitas UMKM
Sabtu, 09 September 2023 - 21:12 WIB
loading...
Kominfo dan idEA terus gencarkan transformasi digital. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah terus mendukung transformasi digital usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM ) untuk meningkatkan produktivitas mereka. Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Usman Kansong menegaskan ekonomi digital di Indonesia menunjukan potensi yang besar, sehingga pemerintah terus mendorong pengembangan ekonomi digital.
Baca juga: Dapat Bantuan Gerobak, Pedagang Ini Doakan Partai Perindo Sukses di Pemilu 2024
"Perkembangan teknologi yang kian dinamis, saat ini tengah membawa masyarakat pada fenomena ekonomi digital baru, yaitu social commerce (s-commerce). Media sosial juga dimanfaatkan sebagai sarana transaksi jual beli," kata Usman dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/9/2023).
Usman menjelaskan bahwa praktik s-commerce saat ini terbagi menjadi dua, yaitu yang difasilitasi platform dan yang dilakukan secara pribadi atau langsung antara sesama pengguna media sosial. Saat ini, tambah Usman, pihaknya memprioritaskan pengawasan s-commerce yang berbasis platform.
"Diperlukan komitmen kuat dalam meningkatkan literasi digital di Indonesia untuk mengantar masyarakat menuju digital society melalui percepatan pembangunan ekosistem infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), serta transformasi digital bagi pelaku UMKM," tutur Usman.
Dari sisi pelaku industri e-commerce, Ketua Umum idEA Bima Laga memastikan bahwa para pelaku industri e-commerce memiliki kepedulian pada pengembangan ekonomi lokal dengan mendorong penjualan produk buatan Indonesia, terutama dari pengusaha UMKM.
“IdEA hadir menjadi mitra pemerintah, salah satunya dalam mendukung UMKM melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia,” ujar Bima.
Baca juga: Dapat Bantuan Gerobak, Pedagang Ini Doakan Partai Perindo Sukses di Pemilu 2024
"Perkembangan teknologi yang kian dinamis, saat ini tengah membawa masyarakat pada fenomena ekonomi digital baru, yaitu social commerce (s-commerce). Media sosial juga dimanfaatkan sebagai sarana transaksi jual beli," kata Usman dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/9/2023).
Usman menjelaskan bahwa praktik s-commerce saat ini terbagi menjadi dua, yaitu yang difasilitasi platform dan yang dilakukan secara pribadi atau langsung antara sesama pengguna media sosial. Saat ini, tambah Usman, pihaknya memprioritaskan pengawasan s-commerce yang berbasis platform.
"Diperlukan komitmen kuat dalam meningkatkan literasi digital di Indonesia untuk mengantar masyarakat menuju digital society melalui percepatan pembangunan ekosistem infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), serta transformasi digital bagi pelaku UMKM," tutur Usman.
Dari sisi pelaku industri e-commerce, Ketua Umum idEA Bima Laga memastikan bahwa para pelaku industri e-commerce memiliki kepedulian pada pengembangan ekonomi lokal dengan mendorong penjualan produk buatan Indonesia, terutama dari pengusaha UMKM.
“IdEA hadir menjadi mitra pemerintah, salah satunya dalam mendukung UMKM melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia,” ujar Bima.
Lihat Juga :