alexa snippet

Telkom Bukukan Laba Bersih Rp6,69 Triliun pada Kuartal I 2017

Telkom Bukukan Laba Bersih Rp6,69 Triliun pada Kuartal I 2017
Telkom kembali mencatatkan pertumbuhan triple-double-digit dalam pendapatan, EBITDA dan laba bersih pada kuartal I 2017. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kembali mencatatkan pertumbuhan triple-double-digit dalam pendapatan, EBITDA dan laba bersih pada kuartal I 2017. Di mana pendapatan Telkom tumbuh 12,6% dibandingkan periode yang sama 2016 atau menguat dari Rp27,54 triliun menjadi Rp 31,02 triliun.

Pertumbuhan EBITDA dan laba bersih juga meningkat 14,7% dan 45,8% dari kuartal I 2016 mencapai Rp 16,81 triliun dan Rp 6,69 triliun secara berturut-turut.

Direktur Keuangan Telkom, Harry M Zen mengungkapkan bahwa kinerja impresif hingga akhir Maret 2017 didorong pertumbuhan yang mengesankan dari layanan data atau bisnis digital. “Bisnis Data, Internet dan Layanan IT masih menjadi mesin pertumbuhan Perseroan yang mengalami peningkatan sebesar 25,4% dibandingkan kuartal I 2016 atau mencapai Rp12,92 triliun," ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews.

"Bisnis yang didominasi oleh layanan fixed dan mobile broadband ini memberikan kontribusi sebesar 41,6% terhadap total pendapatan konsolidasi Telkom. Hal ini menunjukkan hasil tranformasi perusahaan menjadi perusahaan telekomunikasi digital,” ungkap Harry.

Dari kinerja operasional, hingga 31 Maret 2017 pertumbuhan pelanggan IndiHome meningkat 32% menjadi 1,78 juta pelanggan dari periode yang sama di 2016. Telkomsel selaku entitas anak usaha juga membukukan kinerja cemerlang di tiga bulan pertama 2017, dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp22,30 triliun. Di mana pertumbuhan Pendapatan, EBITDA dan Laba Bersih sebesar 10,4%, 13,0% dan 17,8%.

Menurut Harry, Telkomsel masih mampu mempertahankan bisnis legacy seluler. “Guna terus mengembangkan bisnis seluler, Telkomsel sepanjang kuartal pertama 2017 telah menambah 7.060 Base Transceiver Station (BTS) baru dimana keseluruhannya adalah BTS 3G/4G,” terang Harry.

Sementara itu, total biaya mengalami peningkatan sebesar 3,1% menjadi Rp 18,60 triliun. Biaya operation and maintenance meningkat 8,5% menjadi Rp 8,30 triliun, sejalan dengan perusahaan yang tengah gencar membangun infrastruktur jaringan untuk mendukung performansi mobile dan fixed broadband.

Harry berharap kinerja yang cukup menggembirakan pada kuartal I/2017 dapat terus dipertahankan. “Kinerja yang kuat pada kuartal I/2017 ini merupakan kelanjutan pertumbuhan 2016. Kami berharap momentum pertumbuhan ini dapat dipertahankan pada kuartal selanjutnya,” tandas Harry.



(dmd)
loading gif
Top