alexa snippet

Kemendes Ajak Malaysia Investasi 30.000 Megawatt

Kemendes Ajak Malaysia Investasi 30.000 Megawatt
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDT) Eko Putro Sandjojo. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes) mengajak Malaysia investasi di sektor pedesaan. Yaitu elektrifikasi desa sebesar 30.000 megawatt.

Mendes Eko Putro Sandjojo mengatakan, peluang investasi dari Malaysia cukup besar. “Salah satu yang kami harapkan adalah investasi untuk elektrifikasi di desa-desa sebesar 30.000 megawatt,” katanya saat menjadi mediator perwakilan perusahaan Indonesia-Malaysia di Kuala Lumpur.

Posisi Eko dalam pertemuan itu sebagai Pejabat Penghubung Investasi untuk membantu program percepatan pembangunan, khususnya di bidang perekonomian. Perusahaan-perusahaan yang ditemui, diantaranya bergerak di bidang industri, perbankan, pertanian, infrastruktur jalan tol, listrik, dan telekomunikasi.

Mendapat tugas langsung dari Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres), Eko melaksanakan sejumlah tugas, diantaranya mencari peluang investasi, mengidentifikasi dan mengatasi persoalan yang menghambat investasi di Indonesia, serta mengawal dan memastikan kelancaran proses realisasi investasi.

“Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan pejabat tinggi Malaysia di Jakarta beberapa waktu lalu. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara, khususnya percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan,” ujar politikus PKB ini dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Jumat (21/4/2017).

Berdasarkan data Kementerian ESDM 2016, terdapat 12.000 desa di Indonesia yang belum teraliri listrik dengan baik. Sebanyak 2.915 desa diantaranya hidup dalam gelap atau belum teraliri listrik sama sekali. Dan 9.000 desa lainnya hanya dialiri listrik 2-3 jam dalam sehari.

Eko mengatakan sebenarnya sejumlah desa tersebut sudah masuk dalam target program Indonesia Terang di 2019. Namun Eko meyakini, dengan peran serta masyarakat dan sektor swasta, target tersebut dapat dicapai lebih cepat lagi.

“Jadi perlu ada sinergi yang baik dalam mengatasi persoalan bangsa. Saat pemerintah sudah bekerja, kemudian ada partisipasi masyarakat dan pihak swasta maka semua akan teratasi lebih cepat,” jelasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top