alexa snippet

Rupiah Akhir Pekan Dibuka Ambruk Sentuh Level Rp13.400/USD

Rupiah Akhir Pekan Dibuka Ambruk Sentuh Level Rp13.400/USD
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pembukaan perdagangan akhir pekan, ambruk hingga menyentuh level Rp13.400/USD. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pembukaan perdagangan akhir pekan, ambruk hingga menyentuh level Rp13.400/USD. Kejatuhan mata uang Garuda seiring mulai pulihnya USD terhadap beberapa mata uang utama, meski masih berada dalam jalur negatif.

Posisi rupiah pagi ini menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, dibuka merosot ke level Rp13.410/USD. Posisi ini memburuk dari sebelumnya berada di level Rp13.343/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance di awal perdagangan, rupiah mengawali hari pada level Rp13.401/USD atau sedikit menguat meski masih berada pada zona merah di level Rp13.442/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran harian Rp13.351-Rp13.434/USD.

Raihan negatif rupiah juga terlihat pagi ini menurut Bloomberg yang dibuka pada posisi Rp13.403/USD atau terpuruk dari posisi sebelumnya Rp13.356/USD. Pergerakan harian rupiah akhir pekan ini ada di kisaran Rp13.385-Rp13.420/USD.

Data SINDOnews bersumber dari Limas juga menunjukkan rupiah di perdagangan pagi ini tidak berdaya ke level Rp13.423/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.345/USD.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (19/5/2017) USD mulai pulih di atas posisi terendah dalam enam bulan saat melawan enam mata uang utama. Hal ini mendapatkan dukungan dari solidnya data ekonomi, meski masih terbebani kondisi politik di Washington.

Mata uang Swiss franc dan Yen Jepang masih menjadi pilihan investor, seiring USD yang belum kokoh. Pada perdagangan terakhir, USD berada di level 97.814 setelah tengah pekan sebelumnya berada pada titik terendah 97.333 sejak 9 November.

Indeks USD sepanjang pekan ini mengalami penurunan lebih dari 1,4%, untuk berada dalam jalur penurunan mingguan terbesar sejak Juli 2016. Greenback mendapatkan tekanan pekan ini oleh kekhawatiran bahwa memanasnya situasi politik  di Washington bisa menunda upaya Presiden AS Donald Trump untuk melaksanakan rencana stimulus ekonomi.

Melawan Yen, USD berkurang tipis 0,1% menjadi 111.39 atau menjauh dari posisi kemarin 110.24 dan level terendah sejak akhir April. Melawan Swiss franc, dolar tetap kokoh di level 0.9797, ketika greenback menanjak dari posisi enam bulan terendah.
(akr)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top