Hari Tani Nasional Jadi Momentun Tingkatkan Produktivitas Pertanian
Minggu, 24 September 2023 - 12:11 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Rahmad, petani yang bergabung dalam ekosistem Makmur akan mendapat banyak manfaat. Mulai dari bimbingan teknis dan budidaya, kepastian pasokan benih dan pupuk nonsubsidi, asuransi untuk melindungi dari ancaman gagal panen, kemudahan akses modal melalui perbankan, hingga jaminan pembelian hasil usaha tani dengan harga kompetitif.
“Sehingga pengawalannya sangat lengkap dari hulu hingga hilir pertanian. Karena Makmur adalah ekosistem pertanian berbasis mandiri dengan pupuk nonsubsidi,” tambah Rahmad.
![Hari Tani Nasional Jadi Momentun Tingkatkan Produktivitas Pertanian]()
Penyediaan pupuk untuk sektor pertanian terus dilakukan
Hingga Agustus 2023, Pupuk Indonesia telah menjalankan program Makmur di atas lahan seluas 226.299 hektar atau 131% dari target 172.667 hektare. Begitu juga dengan peningkatan produktivitas, seperti padi dengan rata-rata meningkat 14%, jagung rata-rata meningkat 23%, tebu meningkat rata-rata 27%, kopi meningkat rata-rata 48%, dan sawit meningkat rata-rata 7%.
Program singkatan dari Mari Kita Majukan Usaha Rakyat ini banyak diminati oleh berbagai petani. Salah satunya adalah Mifta Huda, petani hortikultura komoditi kentang asal Dieng, yang berharap program Makmur dapat menjawab berbagai kendala yang dihadapi oleh petani. Dia menyebut beberapa kendala yang dimaksud adalah pemenuhan kebutuhan pupuk hingga akses pasar. Menurut dia, produktivitas kentang di Indonesia belum maksimal dan masih kalah saing dengan produk impor.
“Kita sadar pendapatan kita itu fluktuatif, karena kita dihadapkan dengan produk-produk luar negeri seperti kentang impor. Dengan program Makmur yang menggunakan pupuk nonsubsidi kita berharap benar-benar menjawab kendala yang selama ini kami hadapi. Kami berharap program Makmur juga dapat digenjot ke berbagai pelosok negeri,” kata Huda.
“Sehingga pengawalannya sangat lengkap dari hulu hingga hilir pertanian. Karena Makmur adalah ekosistem pertanian berbasis mandiri dengan pupuk nonsubsidi,” tambah Rahmad.

Penyediaan pupuk untuk sektor pertanian terus dilakukan
Hingga Agustus 2023, Pupuk Indonesia telah menjalankan program Makmur di atas lahan seluas 226.299 hektar atau 131% dari target 172.667 hektare. Begitu juga dengan peningkatan produktivitas, seperti padi dengan rata-rata meningkat 14%, jagung rata-rata meningkat 23%, tebu meningkat rata-rata 27%, kopi meningkat rata-rata 48%, dan sawit meningkat rata-rata 7%.
Program singkatan dari Mari Kita Majukan Usaha Rakyat ini banyak diminati oleh berbagai petani. Salah satunya adalah Mifta Huda, petani hortikultura komoditi kentang asal Dieng, yang berharap program Makmur dapat menjawab berbagai kendala yang dihadapi oleh petani. Dia menyebut beberapa kendala yang dimaksud adalah pemenuhan kebutuhan pupuk hingga akses pasar. Menurut dia, produktivitas kentang di Indonesia belum maksimal dan masih kalah saing dengan produk impor.
“Kita sadar pendapatan kita itu fluktuatif, karena kita dihadapkan dengan produk-produk luar negeri seperti kentang impor. Dengan program Makmur yang menggunakan pupuk nonsubsidi kita berharap benar-benar menjawab kendala yang selama ini kami hadapi. Kami berharap program Makmur juga dapat digenjot ke berbagai pelosok negeri,” kata Huda.
Lihat Juga :