alexametrics

LRT Koridor 3 Segera Dilelangkan

loading...
LRT Koridor 3 Segera Dilelangkan
LRT Metro Kapsul Bandung. Foto/SINDOnews
A+ A-
BANDUNG - Pembangunan Light Rapid Transit (LRT) Kota Bandung, Jawa Barat, masih harus melalui jalan terjal berliku. Pasca batalnya Peraturan Presiden (Perpres), LRT Metro Kapsul kini pembangunannya menunggu lelang investasi yang akan segera dilaksanakan.

Sebelum masuk fase lelang terbuka yang diharapkan diikuti badan usaha itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyelenggarakan market sounding alias penjajakan minat pasar. Hadir sejumlah perusahaan dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel de Paviljoen. Diantara perusahaan yang hadir seperti PT PP, PT Adhi Karya, PT KAI, PD Pasar Bermartabat, dan lain-lain.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku bersyukur atas respons yang ditunjukkan sejumlah badan usaha yang hadir. Dalam lelang cepat yang kemungkinan dimulai pekan depan itu, pihaknya tidak mensyaratkan penggunaan teknologinya Metro Kapsul.



"Intinya apakah metro kapsul itu, ya kalau bisa alhamdulillah. Enggak juga silakan, asal bisa memenuhi jalan kota Bandung yang sempit-sempit," ungkapnya kepada wartawan selepas market sounding, Jumat (2/6/2017).

Seperti diketahui, pembangunan LRT Koridor 3 menempuh rute 6,2 kilometer (dua arah) dari Stasiun Bandung menuju lapangan Tegallega, Bogor Tengah. Estimasi investasi yang harus digelontorkan sekitar Rp1 triliun-Rp1,3 triliun dengan periode pembangunan 1,5 tahun dan periode konsesi 30 tahun.

Dari hasil penghitungan tim konsultan, biaya sebesar itu akan digunakan untuk pekerjaan prasarana, pekerjaan sarana, pembangunan stasiun, pembangunan depo serta sinyal, telekomunikasi dan power. Sumber pengembalian investasi akan didapat dari pendapatan tiket yang dipatok maksimum Rp10.000 dengan kenaikan 10% setiap dua tahun.

"Banyak perusahaan yang hadir serta ada empat sampai lima pertanyaan. Itu mengidentikkan minat untuk lelang pembangunan LRT koridor terpendek," kata Emil.

Jika tidak ada lagi aral melintang, setelah market sounding tahap selanjutnya adalah menunggu lelang yang diharapkan satu bulan sudah ada pemenangnya. Metro Kapsul buatan PT Teknik Rekayasa Kereta Kapsul (Trekka) diharapkan jadi acuan, dimana teknologinya asli pengembangan insinyur lokal harganya pun relatif lebih murah.

Kendati begitu, Emil enggan memaksakan kehendaknya dan menyerahkan pemilihan teknologi kepada pemilik modal. Kalaupun yang dipilih barangnya bukan Metro Kapsul tidak masalah asalkan harganya tetap murah.

"Bulan depan mudah-mudahan baru ada pemenangnya. Kami kerja paralel, perizinan sudah disiapkan. Segera diproses, karena ini bagian dari pemerintah," sebutnya.

Emil berharap mimpi besar tersulitnya selama menjabat wali kota Bandung itu segera terealisasi, meski estimasi pembangunan menurut perhitungan konsultan selama 1,5 tahun. Kalaupun tidak seutuhnya 6,2 km, dia masih berharap bisa mewujudkan LRT sebelum mengakhiri jabatannya tahun depan.

"Itu kan tenkis konstruksi. Nanti kan bisa dikerjakan yang setengahnya. Yang penting 50 persen sudah bergerak. Sambil ini, nanti diteruskan, jadi di zaman saya masih bisa diresmikan," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Didi Ruswandi menjelaskan, step by step menuju pembangunan LRT ini yang akan dihadapi adalah lelang investasi akan melibatkan dana yang besar. Maka supaya melihat potensinya ada yang berminat atau tidaknya digelar market sounding baru lelang.

"Dalam hal ini perusahaan belum menyatakan minat dan tidak berminat tapi kami melihat dari antusiasme mereka. Kalau ada satu perusahaan berminat atau lebih baru lelang bisa dilanjutkan," bebernya.

Sambil menunggu proses lelang, pihaknya akan melengkapi dokumen yang diperlukan untuk memuluskan pembangunan. Pasalnya sangat diupayakan tidak ada pembebasan lahan karena pembangunannya akan memanfaatkan jalan raya.

"Kami susun waktu lelangnya 45 hari kerja atau sekitar 1,5 bulan," timpal Didi.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak