alexametrics

K/L Bisa Ajukan Surat Pencairan THR Sejak 13 Juni

loading...
K/L Bisa Ajukan Surat Pencairan THR Sejak 13 Juni
Pemerintah memastikan THR untuk PNS cair pada pekan kedua Juni 2017 atau pekan depan. Grafis/Dok SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) cair pada pekan kedua Juni 2017 atau pekan depan. Sementara, untuk gaji ke-13 PNS akan cair pada awal masuk kerja atau pada pekan pertama Juli 2017.

Direktur Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Marwanto Harjowiryono mengatakan, untuk satuan kerja (satker) di kementerian dan lembaga (K/L) sudah bisa mulai mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM) pada 13 Juni 2017. Hal ini akan mempercepat proses pencairan.

(Baca: THR PNS Cair Pekan Kedua Juni, Gaji Ke-13 Juli)



"Kami berharap bahwa satker bisa segera mengajukan SPM-nya, nanti kami segera bisa melakukan proses, sehingga akhir minggu kedua bisa segera cair ke penerima-penerima THR dan penerima gaji ke-13. Gaji ke-13 itu akan dibayarkan pada saat hari pertama masuk kerja, jadi minggu pertama Juli," ujar dia di DPR, Jakarta, Selasa (6/6/2017).

Dia mengingatkan untuk satker, agar cepat-cepat melakukan pengajuan sehingga pencairan THR bisa dilakukan keseluruhan dan tidak memakan waktu yang lama.

"Ini kan tergantung kecepatan satker, kami punya sekitar 25 ribu satker. Satker harus cepat, kalau telat, pertanyaannya satkernya sudah ajukan apa belum, kalau sudah mengajukan tapi belum cair berarti KPPN-nya yang lambat, tapi kalau sudah mengajukan KPPN pasti langsung cair," tuturnya.

Lebih lanjut, Marwanto menjelaskan, untuk besaran THR PNS sama dengan gaji pokok. Sedangkan untuk besaran gaji ke-13 untuk PNS adalah gaji pokok plus tunjangan, dan untuk gaji ke-13 pensiunan PNS sama dengan besaran pokok pensiunan.

"THR gaji pokok. Gaji 13 penghasilan termasuk tunjangan. Pensiunan 13 pensiun pokok yang dia terima per bulan," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, total besaran THR dan gaji ke-13 untuk PNS tahun ini adalah Rp23 triliun. "Dari sisi keputusan dan anggarannya, basis-nya Undang-undang APBN 2017 yang sudah disetujui, dan anggarannya untuk itu Rp23 triliun," jelasnya.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak