alexametrics

Ekonomi Melemah, Bisnis Hotel Melesu

loading...
Ekonomi Melemah, Bisnis Hotel Melesu
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan, kenaikan jumlah kamar hotel tahun ini diperkirakan tidak akan sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Mengingat perekonomian Indonesia melemah karena kondisi global yang tidak menentu, berakibat terhadap menurunnya permintaan.

Selain itu, pembangunan infrastruktur hotel pun menjadi lesu akibat pelemahan daya beli oleh konsumen. Sehingga kondisinya cenderug stagnan.

"Tren pertumbuhan hotel itu naiknya sekitar tahun 2012 sampai 2015, itu rata-rata 10 persen. Tapi setelah 2016, mulai stagnan. Pembangunan hotel enggak begitu banyak lagi," kata dia di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (12/6/2017).



Saat ini, ujarnya, total keseluruhan jumlah unit, baik hotel berbintang maupun yang tidak, ada sekira 530 ribu unit untuk seluruh Indonesia.

Selain pelemahan ekonomi, Hariyadi juga mengungkapkan, melesunya bisnis hotel tahun ini karena pemerintah telah mengurangi budget untuk akomodasi dan perjalanan dinas. Maka peminat hotel menjadi tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini saya rasa agak stagnan ya karena pemerintah apa sih yang akan dikurangi budgetnya karena menteri Keuangan kan sudah memotong anggaran untuk akomodasi," katanya.

Maka, perkiraan PHRI, tahun ini jika dibandingkan tahun lalu, memang masih tetap, kalau pun ada pertumbuhan, sangat kecil karena pemotongan anggaran tadi.

"Kami sekarang mau enggak mau menggalakkan korporasi karena suasananya cukup berat terutama di daerah-daerah," pungkasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak