Birokrasi Ruwet dan Data Tak Akurat Hambat Pemulihan Ekonomi

Senin, 03 Agustus 2020 - 15:31 WIB
loading...
Birokrasi Ruwet dan...
Birokrasi yang ruwet hingga data yang tak akurat membuat upaya pemulihan ekonomi nasional terhambat. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekonom senior yang juga menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif 1 Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Raden Pardede mengatakan, masalah birokrasi yang berbelit-berbelit menghambat program percepatan pemulihan ekonomi nasional .

Selain itu, data yang kurang akurat juga membuat bantuan sosial yang menjadi salah satu senjata utama untuk mengurangi tekanan akibat pandemi, juga tak tersalurkan dengan baik.

(Baca Juga: Birokrasi Bikin Rumit, Dana JPS COVID-19 Belum Cair hingga Hari Ini)

"Birokrasi kita masih melihat pandemi sebagai business as usual dan kita akan ada benahi di situ," ujar Raden Pardeded dalam diskusi secara virtual, Senin (3/8/2020).

Senada dengan Raden, Ketua Umum Gerakan Pakai Masker, Sigit Pramono mengatakan, birokrasi yang ruwet membuat pemulihan ekonomi di tengah masyarakat menjadi terhambat. Ia menilai, pemerintah perlu mengurai instansi atau pihak mana saja yang menghambat pemulihan ekonomi nasional tersebut.

(Baca Juga: Resesi Ekonomi RI Tidak Terhindarkan, Seberapa Dalam Tergantung Penyerapan PEN)

Ia menjelaskan, setidaknya ada lima pihak yang berpotensi menghambat pencairan anggaran untuk pemulihan ekonomi tersebut, yakni Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), hingga Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM). "Kita berharap Satgas PEN bisa mendorong birokrasi pemerintah untuk mempercepat realisasi anggaran," tegas Sigit.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
BI Rate Turun, Ekonom...
BI Rate Turun, Ekonom Sebut Kebijakan Fiskal dan Moneter Satu Arah Dorong Pemulihan Ekonomi
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Ekonomi Tumbang, Jepang...
Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat
China Kembali Terjerat...
China Kembali Terjerat Deflasi, Tanda Ekonomi dalam Bahaya
Ekonomi China Bangkit...
Ekonomi China Bangkit Diluar Prediksi, Tumbuh 4,9% Kuartal III-2023
Sampaikan Permohonan...
Sampaikan Permohonan Maaf, Nadiem Makarim Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
Prabowo Akui Ada Birokrasi...
Prabowo Akui Ada Birokrasi Curi Uang Negara: Saya Paham Gaji Kalian Kecil, tapi Lihat Rakyat
Ngaku Tak Paham Birokrasi,...
Ngaku Tak Paham Birokrasi, Fadia Arafiq Kena Sentil Wamendagri
Rekomendasi
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Berita Terkini
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved