alexa snippet

Kerja Sama Pembangunan Listrik 300MW di Sumut Resmi Ditandatangani

Kerja Sama Pembangunan Listrik 300MW di Sumut Resmi Ditandatangani
Penandatanganan kerja sama strategis antara China Energy Engineering Group Guangdong Electric Power Design Institute Co Ltd (GEDI) dan Best and Grow Indonesia. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Perjanjian kerja sama strategis antara China Energy Engineering Group Guangdong Electric Power Design Institute Co Ltd (GEDI) dan Best and Grow Indonesia untuk pembangunan pembangkit listrik 300MW di Sumatera Utara (Sumut) resmi ditandatangani.

Penandatanganan kerja sama stategis ini menjadi bagian dari program penunjang kemaritiman global di Indonesia, yang merupakan bagian dari pemaparan Indonesia Global Maritime Fulcrum: A Proposal for Belt & Road Initiative yang digagas Indonesia dan China.

Penandatangan kerja sama diwakili Komisaris Best & Grow Investment Group Ishak Charlie, dengan Vice President GEDI Chen Lan, disaksikan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Ketua BKPM Thomas Lembong di Hotel Conrad, Beijing, China.

Luhut mengemukakan selama ini China sudah membantu Indonesia dalam mengentaskan kemiskinan. “Semoga pertemuan hari ini bisa memberikan dampak bagi kita di masa depan. Kita ingin melihat kerja sama Tiongkok (China) dan Indonesia menjadi kekuatan baru di perokonomian dunia,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews.

Kerja sama ini menindaklanjuti MoU (memorandum of understanding) yang sudah dibuat bulan lalu, antara Indonesia dengan pihak investor dari China. Adanya kontrak kerja sama ini diharapkan pembangunan pembangkit listrik 300MW di Percut Sei, Sumatera Utara, segera berjalan.

Adapun perjanjian kerja sama ini mencakup dua tahap. Pertama, Energy China GPEC yang melakukan studi kelayakan untuk memastikan bahan bakar paling efisien untuk pabrik. Mereka juga harus menentukan desain yang paling efisien.

Kedua, mencakup penutupan keuangan proyek. Di mana kedua belah pihak akan menjamin pembiayaan proyek. Total investasi untuk tahap kedua diperkirakan lebih dari USD350 juta (sekitar Rp4,65 triliun).



(dmd)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top