alexa snippet

Dongkrak Penjualan, Mitra Komunikasi Ekspansi Anorganik

Dongkrak Penjualan, Mitra Komunikasi Ekspansi Anorganik
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) siap mendongkrak penjualan dengan menggenjot ekspansi anorganik. Grafis/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) siap mendongkrak penjualan dengan menggenjot ekspansi anorganik. Perseroan menggandeng perusahaan e-commerce melalui layanan online to offline (O2O), Kioson.

Direktur Utama MKNT Jefri Junaedi mengatakan, pihaknya melakukan investasi sebesar Rp6 miliar atau setara dengan kepemilikan 4,94% saham. Aksi korporasi ini untuk memperkuat distribusi online channel.

"Sinergi ini akan memperkuat bisnis perusahaan pada perdagangan smartphone dan tablet, hingga voucher," kata Jefri saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Pada awal tahun ini, perseroan telah mengumumkan akuisisi atas tiga perusahaan dealer pulsa isi ulang Telkomsel. Tiga perusahaan tersebut antara lain PT Kasih Anugrah Kreasi, PT Catalis Integra Prima Sukses, dan PT Arifindo Mandiri.

Direktur Keuangan Mitra Komunikasi Setiawan Parikesit Kencana mengatakan, strategi mendukung penjualan Mitra Komunikasi pada tahun ini tidak lepas dari dua strategi bisnis. "Pertama, pertumbuhan organik dengan terus menambah reseller. Kedua, pertumbuhan anorganik dengan melakukan akuisisi dan penyertaan modal," ujarnya.

Perseroan konsisten untuk tetap mengandalkan bisnis penjualan voucher isi ulang pulsa, khususnya untuk produk Telkomsel. Bahkan, emiten yang baru melepas saham ke publik pada Oktober 2015 ini berharap bisa catat penjualan voucher pulsa Telkomsel hingga Rp5,7 triliun tahun ini.

Penjualan voucher pulsa Telkomsel itu mewakili 95% dari total target penjualan perseroan tahun ini. Dengan bisnis perangkat seluler, Mitra Komunikasi ingin mencatat penjualan hingga Rp6 triliun dari posisi akhir 2016 sebesar Rp270,9 miliar.

Hingga kuartal I/2017, sekitar 17,5% dari target penjualan tersebut itu telah tercapai. Perseroan sudah mencatat penjualan Rp1,05 triliun dengan laba bersih Rp7,88 miliar. "Sampai Mei sudah hampir mencapai Rp2 triliun. Kami akan terus kembangkan bisnis isi ulang pulsa," ujar dia.

Untuk mencapai target penjualan, perseroan menyiapkan sejumlah langkah strategis seperti memperkuat operasi penjualan prepaid voucher dan sim card Telkomsel pada tiga wilayah utama yaitu Jawa, Sumatera, dan Bali. Selain itu, mendorong peningkatan penjualan voucher paket data khususnya denominasi besar Rp50 ribu dan Rp100 ribu.



(izz)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top