alexa snippet

IHSG Pulang Melesat 49,99 Poin Seiring Menguatnya Bursa Asia

IHSG Pulang Melesat 49,99 Poin Seiring Menguatnya Bursa Asia
IHSG hari ini pulang melompat hingga 49,99 poin. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa (20/6/2017) melesat tinggi sebesar 49,99 poin atau 0,87% ke level 5.791,90.

Sebelumnya, di awal perdagangan, IHSG dibuka naik 8,96 poin atau 0,16% ke level 5.750,87. Sepanjang hari ini, IHSG diperdagangkan di kisaran 5.747,45-5.791,90.

Menguatnya IHSG ditopang oleh lima sektor saham utama yang naik lebih dari 1% pada hari ini, selain faktor menguatnya bursa saham Asia yang menunggu keputusan MSCI mengenai masuknya saham-saham China.

Dari 469 saham yang diperdagangkan, 201 menguat, 132 tertekan, dan 136 stagnan. Saham aneka industri memimpin penguatan dengan naik 2,12%, disusul saham pertambangan yang bertambah 1,46%. Sedangkan saham perkebunan satu-satunya saham yang memerah, dengan turun 0,34%.

Nilai transaksi saham mencapai Rp7,55 triliun dari 9,35 miliar saham yang diperdagangkan. Sepinya sentimen positif dan jelang cuti bersama Idul Fitri, membuat asing melakukan aksi jual, sehingga transaksi bersih asing minus Rp463 miliar, dimana aksi jual asing tercatat Rp2,42 triliun dan aksi beli asing Rp1,96 triliun.

Sementara itu, melansir dari CNBC, Selasa (20/6) saham Asia ditutup mixed karena pasar menunggu keputusan MSCI mengenai masuknya saham-saham China.

Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup melonjak 0,81% atau 162,66 poin mendekati level dua tahun, yaitu di posisi 20.230,41. Indeks Kospi Korea Selatan turun tipis 0,07% atau 1,67 poin berakhir di level 2,369.23. ASX 200 Australia turun 0,82% atau 47,874 poin berakhir ke posisi 5.757,3.

Pasar di China berakhir variatif, dengan Indeks Hang Seng Hong Kong turun sebesar 0,21% pada pukul 15:00 sore HK/SIN. Indeks Shanghai beringsut turun 0,13% atau 4,07 poin menjadi 3.140,30, sementara Shenzhen naik 0,11% atau 2,21 poin menjadi 1.879,06.

Investor terus mengawasi keputusan apakah akan memasukkan saham China A di MSCI Emerging Markets Index. Ini akan menjadi usaha keempat China dalam penyertaan MSCI, setelah melewati tiga kali pertama.

Sementara penyertaan MSCI tidak "sangat penting" ke China, akan bermanfaat dalam hal arus modal, kata Clive McDonnell, kepala strategi ekuitas Standard Chartered Private Bank.

"Jika saham A diakui ke (MSCI) EM (Index), hal itu bisa dalam jangka panjang memiliki efek positif pada arus masuk modal ke China, yang akan membantu mendukung mata uang dalam jangka menengah," kata McDonnell. Namun apakah upaya terbaru China akan berhasil, ini masih harus dilihat.



(ven)
loading gif
Top