alexa snippet

Jelang Libur Lebaran, IHSG Dibuka Menguat Ikuti Bursa Asia

Jelang Libur Lebaran, IHSG Dibuka Menguat Ikuti Bursa Asia
Menjelang libur Lebaran, IHSG pada perdagangan hari ini berhasil dibuka menghijau melanjutkan penguatan pada penutupan kemarin. Foto/Ilustrasi/Dok SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Menjelang libur Lebaran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berhasil dibuka menghijau melanjutkan penguatan pada penutupan kemarin. Bursa saham Tanah Air pagi ini naik 12,27 poin setara dengan 0,21% ke level 5.830,82 saat bursa Asia dibuka menguat.

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 26,65 poin atau 0,46% ke level 5.818,55 pada saat bursa Asia mayoritas berakhir melemah.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp27 miliar dengan 7 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai Rp7,71 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp17,24 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp24,95 miliar. Tercatat 31 saham naik, 5 turun dan 9 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang garam Tbk (GGRM) naik Rp1.050 menjadi Rp79.450, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp300 menjadi Rp27.500, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp200 menjadi Rp49.200.

Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp150 menjadi Rp15.150, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun Rp50 menjadi Rp8.450, dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun Rp50 menjadi Rp10.150.

Seperti dilansir CNBC, Kamis (22/6/2017) bursa saham Asia sedikit menguat pada perdagangan hari ini karena harga minyak naik tipis setelah menyentuh level terendah dalam 10 bulan.

Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik tipis 0,05% dan di Korea Selatan, Indeks Kospi juga naik 0,07% pada awal perdagangan. Begitu juga di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,55% dengan sektor energi dan material menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah penjualan di sesi sebelumnya.

Sementara itu, Nikkei mematahkan saham kepemilikan yang diajukan oleh konsorsium yang dipimpin pemerintah di bisnis chip memori Toshiba. Konsorsium terpilih sebagai penawar pilihan untuk unit memori kemarin.

Innovation Network Corporation of Japan akan memiliki 50,1% saham dan Development Bank of Japan akan memiliki 16,5%. Bain Capital dan SK Hynix akan memiliki saham 33,4%. Proposal tersebut berpotensi memberi kedua perusahaan tersebut pada hak veto, kata Nikkei.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top