alexametrics

Usai Libur Lebaran, IHSG Diperkirakan Melambat Sementara

loading...
Usai Libur Lebaran, IHSG Diperkirakan Melambat Sementara
Pergerakan IHSG di pekan depan diperkirakan berada pada kisaran level support 5.727-5.768 dan resisten 5.840-5.862. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada kurang yakin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan terus mengalami kenaikan. Pergerakan IHSG di pekan depan diperkirakan berada pada kisaran level support 5.727-5.768 dan resisten 5.840-5.862.

Pergerakan positif jelang libur Lebaran memperlihatkan posisi pelaku pasar yang masih optimistis terhadap keberlanjutan IHSG untuk menguat. Tetapi, melihat variatifnya sentimen global dan kemungkinan waktu yang dibutuhkan untuk me-review semua sentimen sepanjang liburan IHSG berpotensi mengalami pelemahan.

"Maka ritme perdagangan berpotensi akan melambat sementara. Juga ada potensi indeks akan mengalami pelemahan wajar,” ujar Reza, Minggu (2/7/2017).



Namun demikian, dia mengatakan meskipun ada tren pelemahan tetapi dapat terbatas karena hanya reaksi sesaat pasca libur panjang. “Diharapkan rilis data makroekonomi khususnya data inflasi dalam negeri dapat membantu menahan pelemahan jika ada,” imbuhnya.

Sebelumnya IHSG pada perdagangan hari terakhir jelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1438 H ditutup di level tertinggi sepanjang masa.

Di mana IHSG ditutup di posisi 5.829,70 poin atau menguat 10,06% sepanjang tahun ini dibandingkan posisi penutupan pada akhir 2016 di level 5.296,71 poin.

BEI mencatat dengan adanya kenaikan IHSG, nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga melampaui rekor tertinggi sepanjang masa dengan berhasil ditutup di posisi Rp6.373 triliun. Ini berarti telah menguat 8,46% bila dibandingkan dengan posisi kapitalisasi pasar BEI pada akhir 2016 yang berada di posisi Rp5.754 triliun.

Sebanyak 286 saham mengalami penguatan di sepanjang tahun ini dengan persentase kenaikan antara 1.314,29% hingga 0,26%. Lima saham dengan kenaikan terbesar di sepanjang tahun ini adalah saham PT Sanurhasta Mitra Tbk dengan penguatan sebesar 1.314,29%, PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (1.150%), PT Bank Ina Perdana Tbk (624,32%), PT Wicaksana Overseas International Tbk (604%), dan PT Asuransi Jasa Tania Tbk (507,53%).

Sementara itu, sebanyak 62 saham harganya masih berada di posisi yang sama pada akhir 2016, dan sebanyak 209 saham mengalami koreksi harga dengan antara -0,47% hingga -87,68%. Perhitungan ini dilakukan setelah adanya penyesuaian harga jika perusahaan tercatat melakukan aksi korporasi di BEI.

Adapun selama sepekan terakhir IHSG telah menguat 1,85% dari penutupan perdagangan di akhir pekan sebelumnya sebesar 5.723,63 poin. Untuk nilai kapitalisasi pasar telah menguat 2,09% dari posisi di akhir pekan sebelumnya sebesar Rp6.241 triliun.

Rata-rata nilai transaksi harian saham di BEI selama periode 19 hingga 22 Juni 2017 telah tumbuh 37,86% menjadi Rp8,92 triliun dari posisi Rp6,47 triliun di periode 12 hingga 17 Juni 2017. Rata-rata volume transaksi harian saham di BEI juga tumbuh 90,80% menjadi 13,28 miliar unit saham di akhir pekan ini dari sebelumnya di posisi 6,96 miliar unit saham sepekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian saham mengalami perubahan 9,34% menjadi 241,06 ribu kali transaksi dari posisi 265,90 ribu kali transaksi.

Investor asing melakukan aksi jual bersih sepanjang sepekan terakhir dengan nilai Rp2,35 triliun. Sepanjang tahun ini aliran dana investor asing masih mencatatkan beli bersih senilai Rp17,31 triliun.
(dmd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak