Arab Saudi dan Rusia Perpanjang Pengurangan Pasokan Minyak
Kamis, 05 Oktober 2023 - 12:31 WIB
loading...
A
A
A
Di dalam negeri, kenaikan harga minyak belakangan ini juga terus menjadi perhatian pemerintah. Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji belum lama ini menyuarakan kekhawatirannya akan harga minyak mentah dunia terus mengalami kenaikan, bahkan sempat menyentuh level USD100 dolar per barel.
Meski juga membawa keuntungan bagi sektor hulu migas nasional, kenaikan harga minyak yang terlalu tinggi dikhawatirkan akan membawa dampak yang kurang baik. Dia mengatakan, melonjaknya harga minyak mentah global saat ini tentu akan berdampak terhadap sektor hilir atau harga bahan bakar minyak (BBM) di Tanah Air.
"Kalau ke hilir iya karena kita impor di hilir kan. Kalau ke hulu menguntungkan memang, tapi nanti kalau suatu saat terlalu tinggi ya hulu itu biaya pemboran naik juga, sewa pun naik. Masalahnya kalau terlalu tinggi, jadi kita kurang favorable kalau harga minyak terlalu tinggi. (Jadi) jangan di atas USD90," ujarnya beberapa waktu lalu.
Meski juga membawa keuntungan bagi sektor hulu migas nasional, kenaikan harga minyak yang terlalu tinggi dikhawatirkan akan membawa dampak yang kurang baik. Dia mengatakan, melonjaknya harga minyak mentah global saat ini tentu akan berdampak terhadap sektor hilir atau harga bahan bakar minyak (BBM) di Tanah Air.
"Kalau ke hilir iya karena kita impor di hilir kan. Kalau ke hulu menguntungkan memang, tapi nanti kalau suatu saat terlalu tinggi ya hulu itu biaya pemboran naik juga, sewa pun naik. Masalahnya kalau terlalu tinggi, jadi kita kurang favorable kalau harga minyak terlalu tinggi. (Jadi) jangan di atas USD90," ujarnya beberapa waktu lalu.
(fjo)
Lihat Juga :