alexa snippet

Sisi Lain Bos Sritex Iwan Setiawan Lukminto

Sisi Lain Bos Sritex Iwan Setiawan Lukminto
CEO PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Iwan S Lukminto. Foto/Dok SINDOphoto
A+ A-
CEO PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Iwan Setiawan Lukminto adalah pribadi yang dewasa di tengah usianya yang masih relatif muda. Dalam keseharian Iwan dikenal sebagai pekerja keras. Tah keran ditangan lulusan Suffolk University di Boston, Amerika Serikat itu, Sritex menjadi perusahaan lima kali lebih besar daripada sebelumnya.
 
Prinisp yang diterapkan Iwan sangat sederhana dalam menjalankan roda bisnisnya, yakni mencintai pekerjaan dan jangan dijadikan beban. "Karena di mulai dengan cinta atau istilah orang Jawa diawali dengan "witing trisno jalaran soko kulino" akhirnya bisa menjalankan sampai sekarang. Karena cinta itu no limit," kata dia kepada KORAN SINDO, belum lama ini.

(Baca: CEO Sritex Iwan Setiawan Lukminto, Dari Pasar Klewer ke Pasar Dunia)

Bagi Iwan sukses tidak semata-mata di ukur dari materi akan tetapi dapat bermanfaat untuk banyak orang. Sampai sekarang kegiatan di luar bisnis masih menjaga persahabatan dengan teman-teman semasa sekolah di Solo. Hubungan dengan teman-temannya masih terjaga dengan baik sampai saat ini. "Di luar bisnis saya biasanya kumpul dengan teman-teman sekolah dan berorganisasi lokal saja," katanya.
 
Menjadi sukses seperti saat ini, Iwan mengaku tidak terlepas dari sosok sang ayah, Lukminto. Baginya sebagai orang tua Lukminto telah berhasil mendidik dirinya untuk belajar banyak hal tentang kehidupan.

"Ada tiga saya selalu bilang pertama teach me, you will forget, show me you way remember", dan involve me, you will understand. Nah ayah saya pintar sekali di involvement-nya sangat kuat. Sebab itu saya jadi fast learner juga semuanya," papar Iwan.
 
Iwan mengisahkan, dirinya mengenal bisnis sejak kecil umur 3-5 tahun. Ketika ayahnya berjualan di Pasar Klewer Solo, dia pun ikut mengalami. "Jualan membuat lem kain dan saya ikut mencoba pun saya mengalami. Ketika salah ayah saya mendiamkan saya karena itu merupakan proses belajar," kisahnya.
 
Lalu besar sedikit, dia sering diajak ikut meeting. Dari ikutan meeting inilah, Iwan mengaku dari yang tidak mengerti akhirnya bisa paham banyak hal. Hal ini dilakukan hingga menjadi mahasiswa di perguruan tinggi.

"Proses belajar yang diajarkan ayah saya itu  penting untuk menyadari sensitivitas disitu karena legacy ayah saya disitu. Bahkan disitu ayah saya sudah mencatat dalam bukunya Manajemen Cengli. Cengli it sebagai tindakan fair dan saling menguntungkan," jelas.
 
Di manajemen Cengli, menurut Iwan, ayahnya  juga memberikan pesan bagaimana pentingnya keluarga, agama,  moralitas dan pertemanan. Untuk itulah, dia juga merasakan kesuksesan yang didapat juga tidak terlepas dari peran keluarga.

Dia selalu menyempatkan diri di sela kesibukannya untuk menghabiskan waktu dengan keluarga dan melihat pertumbuhan anak-anaknya. Dalam setahun Iwan bersama keluarga menyempatkan diri berlibur ke luar negeri.
 
Selain menghabiskan waktu bersama keluarga Iwan juga suka olahraga jogging di waktu senggang. Iwan juga suka bermain basket disamping snang menyanyi dan mendengarkan music khususnya jazz klasik dan easy listening.

Ayah dari tiga putra putri ini  tidak suka terjun di organisasi politik. Namun mempunyai prinsip tidak punya organisasi politik akan tetapi ada dimana-mana. "Saya tidak punya kapasitas kalau terjun ke politik," tuturnya.

Biodata

Nama : Iwan S Lukminto
Lahir: Solo, 24 Juni 1975
Istri: Megawati Budiono
Anak:  Wilson, Wilbert, dan Hillary
 
Pendidikan:
SD Keprabon Solo
SMP Kanisius 1, Solo
SMA Santo Yosef, Solo
Suffolk University, Boston, Amerika Serikat, Studi Business Administration
 
Karier:

CEO & Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) (2006-sekarang)
Vice President Director PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) (1999-2005)
Assistant Director PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) (1997-1998)



(izz)
loading gif
Top