alexa snippet

Standardpen Berharap Pemerintah Lindungi Produsen dari Pemalsuan Produk

Standardpen Berharap Pemerintah Lindungi Produsen dari Pemalsuan Produk
Pemalsuan menjadi salah satu kendala bisnis standardpen. Foto/Dok/SINDO
A+ A-
JAKARTA - PT Standardpen Industries, salah satu produsen pulpen lokal mengakui pemalsuan produk alat tulis di Indonesia masih marak. Untuk itu, mereka berharap pemerintah dapat melindungi pelaku industri lokal di Tanah Air.

CEO Standardpen Megusdyan mengatakan pemalsuan menjadi salah satu kendala bisnis standardpen. Bagi perusahaan hal ini menjadi salah satu masalah serius.

"Jadi mereka (si pemalsu) memakai merek standardpen. Tetapi, kualitas mereka berbeda. Sudah hampir 12 tahun lamanya ada yang memalsukan produk standardpen. Biasanya mereka ada, kemudian hilang, lalu muncul kembali dan begitu seterusnya," ujar Megusdyan.

Dia mengungkapkan, mereka menyasar pangsa pasar daerah terpencil. "Maka dari itu, saya berharap kepada pemerintah Indonesia agar masalah produsen Indonesia ini bisa diperhatikan. Saya berharap pintu gerbang kita bisa dijaga dengan lebih baik lagi. Sehingga produk-produk palsu tidak bisa masuk ke Indonesia," jelasnya.

Selain pulpen, Standarpen juga memproduksi beberapa produk, seperti krayon, penghapus, whiteboard, spidol, krayon dan pensil warna.

"Kita ada brand baru namanya Pascola itu untuk anak kecil. Pokoknya kita hasilkan inovasi baru, sebab dengan perkembangan zaman, pulpen tidak sebatas pada badannya warna hitam atau biru. Tetapi ada yang biru, biru laut, biru awan, kemudian pink, soft pink, baby pink hijau, dan lainnya," kata Megusdyan.

Saat ini, perusahaan yang bermarkas di Tangerang tersebut menguasai sekitar 50% pangsa pasar nasional. Selain itu, Standardpen juga sudah melakukan ekspor ke pasar Asia, Singapura, Malaysia, Thailand, Timor tengah, Eropa, dan Amerika. "Persentase sekitar 20% yang di ekspor ke luar negeri," tandasnya.
(dmd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top