alexa snippet

Wacana Pemindahan Ibu Kota Negara

Wacana Pemindahan Ibu Kota Negara
Sejumlah nama daerah mencuat sebagai calon ibu kota negara baru, sebut saja Palangkaraya, Palembang, Balikpapan, Jonggol (Bogor), dan Karawang. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
PEMERINTAH kembali mencuatkan wacana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke daerah. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) saat ini tengah mengkaji rencana pemindahan ibu kota negara tersebut.

Sejumlah nama daerah mencuat ke permukaan, sebut saja Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Palembang (Sumatera Selatan), Balikpapan (Kalimantan Timur), Jonggol (Bogor), Karawang (Jawa Barat). Mereka disebut-sebut siap menjadi pusat pemerintahan.

Presiden RI pertama Soekarno pernah menyampaikan gagasan tentang pemindahan ibu kota ke Palangkaraya. Kota ini dibangun pada 1957 melalui UU Darurat No 10/1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah dari hutan belantara yang dibuka melalui Desa Pahandut di tepi Sungai Kahayan.

Kota Palangkaraya sendiri memiliki luas 2.678,51 Km persegi, jauh lebih luas dari Jakarta yang hanya 661,52 km persegi. Secara geografis, posisi kota ini berada di tengah Indonesia. Selain itu, Palangkaraya tidak berada pada lingkar tektonik sehingga aman dari bencana gempa bumi, banjir dan tanah longsor.

Kota lain yang disebut-sebut cocok adalah Palembang. Sejumlah sejarawan dan pakar pernah melemparkan isu pemindahan ibu kota Indonesia ke Palembang. Di mana wilayah tersebut pernah menjadi bagian dari kerajaaan besar Sriwijaya.

Nama kota lain yang baru mencuat adalah Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyatakan, wilayahnya siap menjadi ibu kota Indonesia. Dia menyebutkan, Provinsi Kaltim memiliki fasilitas terlengkap. Tidak hanya memiliki Bandara Internasional di Kota Balikpapan, tapi juga Pelabuhan Internasional Kariangau. Selain itu, pembangunan jalan tol akan segera rampung.

Selain tiga kota di luar Pulau Jawa, daerah lain yang sempat diwacanakan adalah Jonggol. Pada era Presiden RI kedua Soeharto, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pernah sebagai lokasi alternatif ibu kota. Ratusan hektare lahan di kawasan ini pernah dibebaskan sejumlah pengembang.

Jonggol dianggap sebagai pilihan paling rasional. Jika dilihat dari lokasi yang cukup strategis sebagai pusat pemerintahan. Jaraknya yang hanya 60 kilometer dari Jakarta membuat Jonggol mudah dijangkau. Jonggol juga memiliki lahan kosong yang relatif luas hingga 30.000 hektare. Sementara Istana Bogor dinilai lebih representatif dari Istana Negara dari sisi keamanan, kenyamanan dan bebas banjir.

Kota berikutnya Karawang. Wilayah penghasil beras itu juga masuk dalam daftar pemindahan ibu kota negara. Di sana pembangunan industri berkembang pesat. Banyak pabrik-pabrik berskala multinasional berdiri. Selain itu, lokasinya juga tidak terlalu jauh dari Jakarta.

Terkait wacana pemindahan ibu kota negara ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui akun Twitternya memberikan komentar. "Wacana pemindahan Ibu Kota masih dalam tahap kajian. Perlu kalkulasi matang agar benar-benar bermanfaat - Jkw," tulis Jokowi, dalam akun Twitter @Jokowi.

Dalam beberapa kesempatan Presiden Jokowi mengatakan, nanti pada waktunya akan diumumkan secara resmi.
 
Namun yang menjadi bahan pertimbangan adalah lahan yang akan dijadikan ibu kota 100% harus milik negara. Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, pemindahan ibu kota harus memperhitungkan ketersediaan lahan. Jika lahan sudah 100% milik negara, maka pemerintah tidak perlu melakukan pembebasan lahan.

"Nanti persisnya di mana, tentunya lihat ketersediaan lahan yang sudah 100% dikuasai oleh pemerintah. Jadi enggak perlu pembebasan tanah lagi," ujarnya, dalam Musrenbangnas 2017 di Hotel Bidakara Jakarta.

Bambang menekankan, dengan kepemilikan lahan 100%, maka pemerintah tak perlu mengeluarkan anggaran besar untuk pembebasan lahan. "Pokoknya daerah yang punya lahan sudah 100% dikuasai negara, tanpa perlu pemerintah mengeluarkan uang," imbuhnya.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top