alexa snippet

Beta Mentality

Beta Mentality
A+ A-
YUSWOHADY
Managing Partner, Inventure www.yuswohady.com


BETA mentality adalah sebuah belief dari seorang inovator/entrepreneur bahwa produk atau bisnis yang mereka luncurkan di pasar tak akan pernah sempurna, dan karena itu, harus terus-menerus disempurnakan.

Beta mentality juga cermin dari sikap kerendahan hati dari seorang inovator/entrepreneur yang dengan legowo mengakui bahwa, ”produk/bisnis kami masih jauh dari sempurna... dan karena itu kami akan terus berjuang habis-habisan untuk memperbaikinya.”

Disebut mentalitas karena ini bukanlah sekadar satu mata rantai dari serentetan proses inovasi, tapi sudah menjadi way of life bahwa sebagai inovator/entrepreneur kita tak boleh gampang berpuas diri, gampang silau oleh ”kesuksesan besar”, gampang terjebak dalam comfort zone,dan malas memperbaiki diri. Banyak pemain yang mengalami kegagalan fatal karena tak cukup memiliki beta mentality.

Segelintir contohnya, Yahoo! (diungguli Google yang terus improve all the time), Friendster (diungguli Facebook yang terus bertransformasi), dan yang terakhir Sevel Indonesia yang belum lama ini tutup. Kebanyakan mereka menikmati kesuksesan awal yang fenomenal, dipuji habis-habisan oleh konsumen dan pengamat, dan mendapat pemberitaan media yang menghebohkan, tapi kemudian gagal karena lupa memperbaiki diri.

”Always in Beta” Mode

Apakah Anda seorang inovator yang baru saja meluncurkan produk baru yang new to the world; Apakah Anda seorang entrepreneur yang barusan meluncurkan start up warung kopi; Anda harus berpikiran menjalankan operasi bisnis selalu dalam kondisi beta: ”always in beta mode”. Bahkan ketika ide serta model bisnis Anda sukses dan mendapatkan sambutan luar biasa di pasar, Anda tak boleh terlalu cepat ”mendeklarasikan kemenangan”... don’t declare victory too soon.

Kenapa? Karena di situlah pergulatan untuk menyempurnakan ”product-market fit” justru dimulai. Jangan sampai Anda menjadi the next Yahoo! atau the next Friendster, atau the next Sevel. Ingat, success is a never-ending journey. Sukses itu sebuah perjalanan yang tak pernah mengenal akhir, yang harus diperjuangkan melalui perbaikan secara terus-menerus. Di sinilah beta mentality wajib menjadi way of life setiap orang sukses.

Kenapa beta mentality harus dimiliki oleh setiap inovator/entrepreneur? Karena needs/wants konsumen adalah moving target yang berubah terus-menerus. Needs/wants konsumen pada saat peluncuran produk/bisnis bisa jadi berubah drastis tiga bulan atau setahun setelahnya. Karena itu, Anda harus melakukan continuous dialogues dengan konsumen sehingga tahu perubahan needs/wants konsumen.

Karena tinggal di Kelapa Gading, kasus ini banyak saya temui di bisnis warung/restoran. Selama 3-6 peluncuran, resto dengan menu dan konsep baru biasanya ramai luar biasa sampai antreannya mengular jauh. Namun setelah itu, pelan tapi pasti pengunjung mulai menghilang dan restoran sepi. Pada tahun kedua atau ketiga biasanya restoran itu tutup.

Dalam kasus ini, kebanyakan si entrepreneur terjangkiti sindrom ”declare victory too soon” sehingga silau dan takabur. Kesuksesan awal selama 3-6 bulan pertama menjadikan mereka lupa akan pekerjaan rumah terbesar yang harus dia kerjakan, yaitu memperbaikinya secara terus-menerus.

Dalam terminologi Lean Innovation dan Growth-Hacking, Anda harus menyikapi setiap langkah bisnis sebagai sebuah eksperimen dan pengetesan: measure, analyze, learn, adapt... and repeat the cycle over and over and over again. Bisnis, menurut konsep ini, adalah melakukan ”eksperimen tiada henti” untuk mewujudkan product-market fit seperti yang dimaui konsumen. Eksperimen itu dilakukan bukan di ”R&D lab” atau innovation center di dalam perusahaan, tapi dilakukan di pasar.

Dalam terminologi Google dikenal istilah beta version.Ini dia prinsip beta mentality yang diyakini dan menjadi kunci kesuksesan Google: ”You don’t have to wait for the next version to be on the shelf or an update to become available. Improvements are rolled out as theyt have to wait for the next version to be on the shelf or an update to become available. Improvements are rolled out as theyre developed.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top