alexa snippet

Standardpen Kuasai 50% Pangsa Pasar Pulpen Indonesia

Standardpen Kuasai 50% Pangsa Pasar Pulpen Indonesia
PT Standardpen Industries terus melebarkan sayap bisnisnya hingga ke timur Indonesia dan menguasai sekitar 50% pangsa pasar Indonesia. Foto/Dok SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - PT Standardpen Industries terus melebarkan sayap bisnisnya hingga ke timur Indonesia. Saat ini Standardpen menguasai sekitar 50% pangsa pasar pulpen Indonesia.

"Dengan pangsa pasar hingga 50% di Indonesia, segmentasi produk alat tulis dari Standardpen telah merata, baik di lingkungan sekolah maupun perkantoran," kata CEO PT Standardpen Industries Megusdyan Susanto dalam Media Gathering di Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Menurutnya, segmen anak sekolah menjadi salah satu perhatian Standardpen dengan memperkenalkan alat tulis produk dalam negeri sekaligus mendukung budaya membaca dan menulis atau mewarnai.

Untuk itu, Standarpen terus berinovasi menghasilkan bolpoin dengan tulisan smooth,  tipis, sangat tipis, tebal, hingga runcing ujungnya sesuai kebutuhan anak-anak. Setiap tahunnya Standardpen selalu mengembangkan produknya khususnya alat tulis berjenis pulpen.  "Kita bisa menghasilkan sekitar 1 miliar batang dalam setahun," ungkap dia.

Perseroan juga mampu memproduksi sekitar 120 juta batang bolpoin dalam sebulan, juga memproduksi alat tulis lain seperti spidol, penghapus, danoil pastel. "Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik," tambah Marketing Manager Niken D Mahanani.

Dia memaparkan, hal yang menjadi pembeda dengan produk lain adalah dari segi bentuk tutup, bentuk body pulpen, maupun jenis tinta. "Kalau dulu, orang seperti ragu dengan pulpen yang tempatnya warna ungu, mainset mereka pasti tintanya pasti ungu juga. Nah, sekarang kita berani bermain seperti itu. Body pulpen berwarna warni, namun tetap hitam atau biru untuk isinya," jelasnya.

Sejalan dengan perkembangan kualitas dan inovasi produk yang semakin diterima pasar, saat ini produk Standardpen sudah melayani permintaan sampai ke mancanegara di antaranya Amerika, Jerman, India, Filipina, Thailand, Malaysia, Mesir, Iran, Dubai, Singapura, dan Australia.

"Paling banyak kita ekspor ke Asia Tenggara, sekitar 20% produksi kita untuk ekspor," ujar dia.

Disisi lain, tahun ini Standardpen hadir menemui anak-anak di Timur Indonesia di antaranya Flores (Maumere, Ende, Bajawa), Nusa Tenggara Barat (Sumbawa Besar, Tambora) dan Bulukumba Sulawesi Selatan dan Mandar Sulawesi Barat.

Hal ini dilakukan perseroan guna membantu semangat anak-anak dalam menjalani pendidikan. "Dalam kesempatan ini, kami mengajak anak-anak dan guru untuk melestarikan menulis dengan tangan agar dapat mengasah kinerja otak," ujar Megusdyan.

Selain kota-kota tersebut, Standardpen secara terus menerus menyalurkan bantuan alat tulis ke pelosok-pelosok negeri untuk membantu anak-anak yang membutuhkan.

"Mengenalkan anak-anak untuk menggunakan produk dalam negeri yang berkualitas tidak mudah, karena adanya mindset produk luar negeri lebih branded dan berkualitas dibanding produk lokal," papar dia.

Atas dasar itu, perseroan akan terus berusaha menjaga kualitas demi kepuasan konsumen dalam menggunakan produk alat tulis lokal.
(izz)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top