Proaktif, Pegadaian Internalisasi Budaya AKHLAK
Selasa, 04 Agustus 2020 - 11:55 WIB
loading...
A
A
A
Pada kesempatan yang sama, Deputi bidang SDM, Teknologi & Informasi Kementerian BUMN Alex Denni, mengatakan bahwa saat ini merupakan era disruptif. Dunia sedang mencari keseimbangan baru melalui teknologi. Banyak perusahaan-perusahaan besar global yang bertahan karena sistem budaya kerja yang adaptif pada disrupsi.
(Baca Juga: Pegadaian cetak Laba Rp1,5 triliun di Semester I/2020)
"Untuk menghadapi perubahan yang cepat dan disruptif, tidak ada cara lain uang harus ditempuh oleh BUMN selain menjalankan transformasi. Transformasi yang terpenting adalah orang-orang di dalam perusahaan, yang meliputi cara berpikir, cara bekerja dan cara berbicaranya," kata Alex.
Kegiatan peluncuran dan internalisasi budaya AKHLAK tersebut diramaikan penampilan Direktur ESQ Ary Ginanjar sebagai narasumber. Ary Ginanjar mengatakan bahwa dalam sebuah organisasi harus memiliki tujuan dan nilai. "Tujuan diibaratkan sebagai alat kompas, sedangkan nilai diibaratkan sebagai jangkar. Tanpa tujuan dan nilai, organisasi akan terombang-ambing saat ombak dan badai besar terjadi," ujarnya.
(Baca Juga: Pegadaian cetak Laba Rp1,5 triliun di Semester I/2020)
"Untuk menghadapi perubahan yang cepat dan disruptif, tidak ada cara lain uang harus ditempuh oleh BUMN selain menjalankan transformasi. Transformasi yang terpenting adalah orang-orang di dalam perusahaan, yang meliputi cara berpikir, cara bekerja dan cara berbicaranya," kata Alex.
Kegiatan peluncuran dan internalisasi budaya AKHLAK tersebut diramaikan penampilan Direktur ESQ Ary Ginanjar sebagai narasumber. Ary Ginanjar mengatakan bahwa dalam sebuah organisasi harus memiliki tujuan dan nilai. "Tujuan diibaratkan sebagai alat kompas, sedangkan nilai diibaratkan sebagai jangkar. Tanpa tujuan dan nilai, organisasi akan terombang-ambing saat ombak dan badai besar terjadi," ujarnya.
(fai)
Lihat Juga :