alexametrics

Tingkat Pengangguran Banten Ke-4 Tertinggi di Indonesia

loading...
Tingkat Pengangguran Banten Ke-4 Tertinggi di Indonesia
Pengangguran di Banten tertinggi ke-4 se-Indonesia. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
SERANG - Banten memiliki 14.327 perusahaan yang mayoritas perusahaan terkenal. Ironisnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) Banten keempat tertinggi se-Indonesia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten Al Hamidi mengatakan, pabrik-pabrik terkenal ada di Banten. Total secara keseluruhan ada 14.327 perusahaan yang beroperasi di Banten mulai dari pabrik baja, semen, gas hingga kabel.

Di satu sisi, dia bangga Banten menjadi destinasi investasi swasta namun di sisi lain, dia mengakui bahwa menurut data BPS per Februari 2017, TPT Banten tertinggi keempat yakni 7,75. Urutan pertama Kalimantan Timur 8,55, Jawa Barat 8,49 dan urutan ketiga Maluku 7,77.



"Permasalahan ini meski perusahaan terbesar di dunia ada di sini, angka pengangguran seharusnya rendah tapi ternyata angka pengangguran masih tinggi," katanya saat acara Press Tour Kemenaker di kantor Kadisnakertrans Banten, Jumat (21/7/2017).

Hamidi menjelaskan, sebenarnya TPT tahun kemarin, Banten menempati posisi pertama. Namun dengan berbagai langkah yang dilakukan, akhirnya peringkat itu turun juga. Dia mengungkapkan, penyebab angka pengangguran begitu tinggi karena pendidikan formal belum mampu menjawab kebutuhan pasar.

Oleh karena itu, pihaknya mengintensifkan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mencetak tenaga kerja siap pakai. Dia menyebutkan, lulusan BLK sebanyak 880 orang berhasil diserap pasar sekitar 85 %. Permasalahan kedua ialah hubungan industrial yang belum harmonis.

"Kami intensifkan audiensi dengan buruh yang melakukan unjuk rasa yang mengadukan tuntutan normatif. Jika hubungan industrial bagus maka akan semakin produktif relasi antara pekerja dan perusahaan," jelasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak