alexametrics

MYOH Siapkan Diversifikasi ke Sektor Energi Terbarukan

loading...
MYOH Siapkan Diversifikasi ke Sektor Energi Terbarukan
PT Samindo Resources Tbk (MYOH) menyiapkan ekspansi dalam proyek renewable energy (energi terbarukan). Grafis/istimewa
A+ A-
JAKARTA - PT Samindo Resources Tbk (MYOH) menyiapkan ekspansi dalam proyek renewable energy (energi terbarukan). Perseroan menggandeng perusahaan dari Korea Selatan, menyasar proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 megawatt dengan nilai investasi sekitar USD100 juta.

Presiden Direktur MYOH Kim Jung Gyun mengatakan, pihaknya ingin melakukan diversifikasi usaha. Perusahaan dengan bisnis utama pertambangan batu bara tersebut, mulai menjajaki sektor energi terbarukan. Dia mengatakan, diversifikasi bisnis perlu dilakukan karena batu bara merupakan sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui.

"Dalam kondisi harga batu bara lemah seperti sekarang maka kami melakukan diversifikasi. Energi terbarukan adalah potensi di masa depan," ujar Kim dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (27/7/2017).



Menurutnya, upaya Samindo untuk masuk ke sektor pembangkit listrik energi terbarukan (renewable energy) itu sejalan dengan strategi diversifikasi bisnis MYOH. "Sejauh ini perolehan pendapatan masih didominasi kontrak bisnis dari sister company," imbuhnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, saat ini induk usaha MYOH, Samtan Co Ltd sangat tertarik pada bisnis pembangkit listrik renewable energy, sehingga perseroan berupaya menjajaki masuk ke bisnis tersebut.

Energi terbarukan jadi bidikan Samindo juga karena pemerintah Indonesia dinilai berkomitmen mengembangkannya. Sehingga, sektor ini memiliki potensi besar untuk digarap. "Kita harus terus mengembangkan bisnis. Dan kami sangat antusias dengan energi terbarukan," tuturnya.

Rencananya perseroan mengincar pembangkit berkapasitas 100 MW yang terbagi atas tiga proyek di Sumatera. Saat ini perseroan tengah mengikuti proses pra-kualifikasi tender di PT Pembangkit Listrik Negara (PLN). Namun, Kim enggan menyebut nama perusahaan yang akan menjadi partner pada proyek tersebut.

Hanya saja, perusahaan asal korsel itu merupakan korporasi besar di bidang pembangkit listrik. "Ada enam proyek yang ditenderkan. Kami akan mengambil tiga proyek," ucap dia.

Sementara Business Development Officer Samindo, Leonardo Beniartho menjelaskan, konsorsium membutuhkan dana USD100 juta untuk menggarap seluruh proyek PLTS tersebut. "Setiap 1 MW, Samindo dan partnernya akan berinvestasi sekitar USD1 juta," ujar Leonardo.

Investasi di PLTS dinilai lebih murah dibanding investasi pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara yang bisa mencapai USD1,5 juta untuk setiap 1 MW. "Tetapi proyek PLTS membutuhkan lahan yang jauh lebih luas untuk pengembangan proyek," katanya.

Guna menggarap proyek tersebut, perseroan tidak akan menggalang dana dari pasar modal maupun pinjaman perbankan. "Induk kami akan support. Bahkan di laporan keuangan kami menunjukkan struktur modal kami masih sangat kuat. Kami tidak akan menambah utang di 2017," paparnya.

Pada kesempatan itu perseroan juga memperkenalkan dua direksi barunya yaitu Kim Jung Gyun, menjabat sebagai presiden direktur MYOH. Sementara Ahmad Saleh ditunjuk sebagai direktur independen.

Sebelumnya, Kim Jung Gyun merupakan director of sales and marketing di Samtan Co Ltd, induk perusahaan Samindo Resources yang berpusat di Korea Selatan. Sementara Ahmad Saleh dulunya merupakan direktur operasional di PLN Batubara.

Ke depan, Kim mengungkapkan strategi Samindo akan lebih fokus dalam mengerjakan proyek-proyek pembangkit tenaga listrik serta beragam proyek yang berhubungan dengan batu bara.

Saat ini, ada dua lini bisnis baru yang tengah dijajaki. Pertama, memiliki tambang batu bara sendiri. Kedua, masuk ke sektor bisnis ketenagalistrikan.

Samindo tidak akan mengejar target batu bara yang tinggi. Alasannya, harga batu bara yang rebound sejak akhir tahun lalu memiliki potensi untuk kembali mengalami tekanan.

Yang jelas, perusahaan ini mempunyai opsi untuk pengembangan bisnis yang integral dengan core business saat ini, yakni bergerak di sektor pertambangan batu bara.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak