alexa snippet

IHSG Akhir Bulan Dibuka Lemas Saat Bursa Asia Mixed

IHSG Akhir Bulan Dibuka Lemas Saat Bursa Asia Mixed
IHSG pada perdagangan akhir bulan ini dibuka memerah, usai pada akhir pekan kemarin ditutup menghijau. Foto/Ilustrasi/Dok SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir bulan ini dibuka memerah, usai pada akhir pekan kemarin ditutup menghijau. Bursa saham Tanah Air pagi ini melemah 7,63 poin setara 0,13% ke level 5.823,40 pada saat bursa saham Asia mixed (variatif).

Pada perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG ditutup meningkat ke level 5.831,03 setelah memperoleh tambahan 11,28 poin setara dengan 0,19%. Bursa saham dalam negeri akhir pekan kemarin berakhir positif saat mayoritas bursa utama Asia ditutup lebih rendah.

Pagi ini sektor saham bergerak variatif dengan sektor aneka industri menguat tertinggi sebesar 1,06% dan sektor yang melemah terdalam adalah konsumer yang turun 0,52%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp25 miliar dengan 11 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp1,89 juta dengan aksi jual asing sebesar Rp14,29 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp14,28 miliar. Tercatat 17 saham naik, 11 saham turun dan 17 saham stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp450 menjadi Rp12.650, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp150 menjadi Rp29.500, dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) naik Rp15 menjadi Rp1.805.

Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp275 menjadi Rp48.100, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) menyusut Rp225 menjadi Rp17.425, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp200 menjadi Rp18.600.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, Selasa (31/7/2017), indeks utama Asia variatif pada perdagangan Senin pagi, setelah adanya ketegangan geopolitik di semenanjung Korea yang meningkat dalam beberapa hari terakhir dan USD tergelincir di belakang angka PDB AS pada Jumat.

Di jepang, Indeks Nikkei 225 turun 0,07% dan di Korea Selatan, Indeks Kospi turun 0,06% pada awal perdagangan. Sementara, di Australia, Indeks S&P/ASX 200 acuan lebih tinggi 0,14% didorong oleh kinerja yang kuat di sektor material dan telekomunikasi yang masing-masing naik 0,93% dan 0,88%.

Pasar diperkirakan akan mengawasi perkembangan geopolitik di semenanjung Korea setelah Korea Utara melakukan uji coba proyektil pada Jumat. Sebagai tanggapan, AS menerbangkan dua pembom B-1B di atas semenanjung dan mendesak negara-negara di kawasan untuk berbuat lebih banyak untuk mengatasi masalah ini.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top