Timur Tengah Memanas, Investasi Berisiko Rendah Jadi Pilihan
Senin, 16 Oktober 2023 - 23:00 WIB
loading...
Pasar saham dinilai memiliki risiko lebih besar terkait konflik di Timur Tengah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Memanasnya kondisi geopolitik di Timur Tengah karena konflik antara Hamas dengan Israel disebut menjadi salah satu sentimen bagi para investor untuk memilih instrumen investasi yang memiliki risiko lebih rendah. Kondisi global, utamanya yang terjadi di Timur Tengah saat ini menjadikan investasi saham memiliki risiko lebih besar.
Baca juga: Takut Kalah? Israel Mengaku Tidak Tertarik Berperang dengan Hizbullah
“Tampaknya untuk investor sendiri akan cenderung untuk memilih investasi yang cenderung risikonya lebih rendah, dibandingkan dengan saham yang investasi dengan resikonya yang lebih besar,” kata Senior Research Analyst MNC Sekuritas, T. Herditya Wicaksana, dalam 2nd Session Closing IDX Channel pada Senin (16/10/2023).
Selain itu, kenaikan harga emas dan obligasi juga menjadi sentimen pendorong para investor memilih instrumen investasi tersebut. Meski demikian, kinerja saham emiten akan turut terdorong oleh rilisnya kinerja keuangan perusahaan di kuartal III tahun ini.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) sendiri disebut masih berpotensi mengalami penguatan dalam jangka waktu pendek. Ia melihat masih adanya potensi atau peluang untuk IHSG menguat, paling tidak untuk menguji terlebih dahulu di level 6.915-6.930.
Baca juga: Takut Kalah? Israel Mengaku Tidak Tertarik Berperang dengan Hizbullah
“Tampaknya untuk investor sendiri akan cenderung untuk memilih investasi yang cenderung risikonya lebih rendah, dibandingkan dengan saham yang investasi dengan resikonya yang lebih besar,” kata Senior Research Analyst MNC Sekuritas, T. Herditya Wicaksana, dalam 2nd Session Closing IDX Channel pada Senin (16/10/2023).
Selain itu, kenaikan harga emas dan obligasi juga menjadi sentimen pendorong para investor memilih instrumen investasi tersebut. Meski demikian, kinerja saham emiten akan turut terdorong oleh rilisnya kinerja keuangan perusahaan di kuartal III tahun ini.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) sendiri disebut masih berpotensi mengalami penguatan dalam jangka waktu pendek. Ia melihat masih adanya potensi atau peluang untuk IHSG menguat, paling tidak untuk menguji terlebih dahulu di level 6.915-6.930.
Lihat Juga :